andi taufiq beristighfar

Minggu, 14 Februari 2010

RPP

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1


Mata Pelajaran : IPA
Kelas/Semester : VI/II
Pertemuan ke : ……
Alokasi Waktu : 6 x 35 menit (3 x pertemuan)
Standar Kompetensi : 7. Mempraktekkan pola penggunaan dan perpindahan energi.
Kompetensi Dasar : 7.1 Melakukan percobaan untuk menyelidiki hubung antara gaya dan gerak (jungkat jungkit,ketapel /model traktor sederhana energi pegas)
Indikator : 1 Menentukan hubungan antara beban, jarak dan gerak pada jungkat jungkit.
2. Menentukan hubungan antara gaya pegas dengan gerak benda
3. Menentukan hubungan antara gaya gesek dan gerak benda.

I. Tujuan Pembelajaran :
1. Siswa dapat menentukan hubungan antara beban, jarak dan gerak pada jungkat-jungkit.
2. Siswa dapat menentukan hubungan antara gaya pegas dg gerak benda.
3. Siswa dapat menetukan hubungan antara gaya gesek dengan gerak benda.

II. Materi Pokok Pembelajaran :
Hubungan antara gaya dan gerak.

III. Metode Pembelajaran :
Diskusi, tanya jawab, eksperimen.

IV. Langkah-langkah Pembelajaran :
Pertemuan I
Kegiatan awal :
- Tanya jawab tentang gaya pegas

Kegiatan Inti :
- Membuat percobaan tentang tentang gaya gerak, gaya pegas dengan menggunakan jungkat-jungkit dan ketapel
- Mencatat hasil percobaan
- Melaporkan hasil percobaan
- Menarik kesimpulan
- Membuat pajangan

Kegiatan akhir :
- Memajangkan hasil

Pertemuan II
Kegiatan awal :
- Tanya jawab materi yanag lalu

Kegiatan Inti :
- Mendiskusikan hubungan gaya dengan gerak suatu benda
- Mencatat hasil diskusi
- Melaporkan hasil diskusi dan tanggapan
- Menarik kesimpulan
- Mengerjakan LKS

Kegiatan akhir :
- Memajangkan hasil

Pertemuan III
Kegiatan awal :
- Tanya jawab tentang gaya pegas

Kegiatan Inti :
- Mendiskusikan hubungan gaya dengan gerak suatu benda
- Mencatat hasil diskusi
- Melaporkan hasil diskusi dan tanggapan
- Menarik kesimpulan
- Mengerjakan LKS




Kegiatan akhir :
- Mengerjakan tes



V. Alat/bahan, Sumber bahan :
- Timbangan, ketapel, anak panah dan busurnya.
- Buku IPA Paket hal..
- Buku IPA Erlangga hal …
- Pengalaman Guru.

VI. Penilaian :
1. Tes Kinerja :
Perhatikan benda-benda yang telah disiapkan, diskusikan dengan temanmu dan lakukan percobaan dari benda-benda tersebut. Catatlah hasilnya .

2. Tes tertulis :
1). Sebutkan 3 macam alat yang menggunakan gaya pegas !
2) Gaya apa yang terjadi ketika seorang sedang mendorong gerobak ?
3). Apa nama alat yang digunakan untuk mengukur gaya ?
4). Alat apa saja yang azaz kerjanya menggunakan prinsip jungkat jungkit ?













Mengetahui
Kepala Sekolah Guru Kelas



( ………………………..) (…………………………….)





























RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 2

Mata Pelajaran : IPA
Kelas / Semester : VI / II
Pertemuan ke : …………..
Alokasi waktu : 8 x 35 menit ( 4 x pertemuan )
Standar kompetensi : 7. Mempraktekkan pola penggunaan dan perpindahan energi
Kompetensi Dasar : 7.2 menyajikan informasi tentang perpindahan dan perubahan energi listrik
Indikator : 1 Menjelaskan cara perpindahan energi listrik
2 Mendiskripsikan perubahan energi listrik menjadi energi lain.

I. Tujuan Pembelajaran :
1. Siswa dapat menjelaskan cara perpindahan energi listrik.
2. Siswa dapat membuktikan perubahan energi listrik menjadi energi lain

II. Materi Ajar : Perpindahan dan perubahan energi listrik.

III. Metode Pembelajaran : Diskusi, tanya jawab, demontrasi, pemberian tugas.

IV. Langkah-langkah pembelajaran :
Pertemuan I
Kegiatan awal :
- Tanya jawab secara singkat energi listrik

Kegiatan inti :
- Menjelaskan materi sumber energi listrik.
- Berdiskusi sumber energi listrik dan perpindahan energi l;istrik
- Mencatat hasil diskusi
- Melaporkan hasil diteruskan pembahasan bersama.
- Menarik kesimpulan
- Mengerjakan LKS

Kegiatan akhir :
- Mengerjakan latihan
- Memajangkan LKS
Pertemuan II
Kegiatan awal :
- Mengulang materi yang lalu

Kegiatan inti :
- Mengamati macam-macam alat listrik yang disedikan
- Berdiskusi materi perpindahan energi listrik yang adalam kehidupan sehari-hari
- Mencatat hasil diskusi
- Melaporkan hasil
- Pembahasan bersama.
- Menarik kesimpulan
- Mengerjakan LKS

Kegiatan akhir :
- Memajangkan LKS

Pertemuan III
Kegiatan awal :
- Tanya jawab secara singkat perubahan energi listri menjadi bentuk lain

Kegiatan inti :
- Berdiskusi sumber energi listrik dan perpindahan energi listrik menjadi bentuk lain
- Mencatat hasil diskusi
- Melaporkan hasil
- Pembahasan bersama.
- Menarik kesimpulan
- Mengerjakan LKS

Kegiatan akhir :
- Memajangkan LKS




Pertemuan IV
Kegiatan awal :
- Tanya jawab secara singkat perubahan energi listri menjadi bentuk lain


Kegiatan inti :
- Berdiskusi sumber energi listrik dan perpindahan energi listrik menjadi gerak dan sebaliknya
- Menyebutkan beberapa alat listrik karena perubahan enegilistrik menjadi gerak dan sebaliknya
- Melaporkan hasil
- pembahasan bersama.
- Menarik kesimpulan
- Mengerjakan LKS

Kegiatan akhir :
- Mengerjakan tes
- Memajangkan LKS


V. Alat/bahan,Sumber belajar :
- Kipas angin, radio, lampu senter, penggaris mika, sobekan-sobekan kertas.
- Buku IPA kls VI Paket hal …….
- Buku IPA Regina VI hal. 72-73
- Pengalaman guru.

VI. Penilaian :
Tes Kinerja :
Disediakan kipas angin, radio, lampu senter, dll. Amati dan praktekkan perpindahan energi listrik menjadi bentuk lain dengan benda-benda tersebut !
Tulislah hasil pengamatanmu !

Tes Tertulis :
Jawablah pertanyaan pertanyaan dibawah ini !
1. Apa yang terjadi pada penggaris mika yang digosok-gosokkan pada kain wol jika didekatkan dengan sobekan-sobekan kertas ?
2. Terjadi perubahan apa pada kipas angin yang dihidupkan ?
3. Energi listrik dapat berubah menjadi energi apa saja ? sebut kan !







Mengetahui :
Kepala Sekolah Guru kelas





……………….. ……………………



















RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 3


Mata Pelajaran : IPA
Kelas/Semester : VI/II
Pertemuan ke : …….
Alokasi waktu : 6 X 35 menit ( 3 X pertemuan )
Standar Kompetnsi : 8. Memahami pentingnya penghematan energi listrik
Kompetensi Dasar : 8.1 Mengidentifikasi kegunaan energi listrik dan ber
Partisipasi dalam penghemattannya dalam kehidupan sehari-hari.
Indikator :
1. Menyebutkan nama-nama alat listrik dalam kehidupan sehari-hari.
2. Menjelaskan kegunaan listrik dalam kehidupan sehari-hari.
3. Menentukan besar energi listrik yang digunakan alat-alat listrik.
4. Menghitung biaya listrik yang digunakan oleh alat-alat listrik
5. Menjelaskan cara menghemat energi listrik

I. Tujuan Pembelajaran :
1. Siswa dapat menyebutkan alat-alat listrik dalam kehidupan sehari-hari.
2. Siswa dapat menjelaskan kegunaan listrik dalam kehidupan sehari-hari.
3. Siswa dapat menentukan besar energi listrik yang digunakan alat-alat listrik
4. Siswa dapat menghitung biaya listrik yang digunakan oleh alat0alat listrik
5. Siswa dapat menjelaskan cara menghemat energi listrik.

II. Bahan Ajar :
- Kegunaan energi listrik dan penghematannya.

III. Metode pembelajaran :
- Diskusi, tanya jawab, demontrasi, pemberian tugas.

IV. Langkah-langkah pembelajaran :
Pertemuan I.
Kegiatan awal.
- Tanya jawab tentang listrik

Kegiatan inti :
- Mendiskusikan tentang alat-alat yang dipakai di rumah tangga
- Mencatat hasil diskusi
- Laporan hasil diskusi, diteruskan pembahasan.
- Menarik kesimpulan

Kegiatan akhir.
- Tugas rumah

Pertemuan II.
Kegiatan awal.
- Penjelasan singkat materi yang lalu

Kegiatan inti.
- Mendemontrasikan alat-alat elektrik dalam kehidupan sehari-hari.
- Mendiskusikan alay-alat elektronik yang telah didemontrasikan.
- Melaporkan hasil diskusi, diteruskan pembahasan.
- Menarik kesimpulan

Kegiatan Akhir :
- Latihan dan tugas


Pertemuan III.
Kegiatan Awal.
- Tanya jawab tentang alat-alat listrik.

Kegiatan Inti.
- Penjelasan singkat tentang besar energi listrik, biaya dan cara menghemat energi listrik.
- Berdiskusi tentang besar energi listrik, biaya dan cara menghemat energi listrik
- Melaporkan kode diteruskan pembahasan bersama.
- Menarik kesimpulan
- Mengerkan LKS

Kegiatan Akhir.
- Mengerjakan tes

V. Alat/bahan, sumber belajar.
Alat/bahan :
- Lampu listrik
- Radio
- Kipas Angin
- Dll

Sumber bahan
- Buku Paket hal. ………
- Buku IPA Regina hal. 73 – 74

VI. Penilaian.
Pertemuan I.
Tes Kinerja.
Dirumahmu tentunya banyak alat-alat elektronik yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari, sebutkan alat-alat tersebut dan apa gunanya.

No Nama alat Elektronik Gunanya
1
2
3

Pertemuan II
Tes Tulis.
Jawablah pertanyaan di bawah ini !
1. Apakah contoh perubahan energi listrik menjadi energi gerak ?
2. Untuk apa sajakah kegunaan energi listrik dalam kehidupan sehari-hari ?
3. Bagaimana cara menghemat energi listrik ?

Pertemuan III.
Tes Produk.
Lampu 20 wat 2 buah, 10 wat 4 buah 5 wat 4 buah tiap hari dinyalakan mulai pukul 18.00 s/d 05.00.
- Berapakah besarnya energi listrik setiap bulan (30 hari)
- Jika tiap m harganya Rp. 495,-
Berapak besar biaya yang harus dibayar pada bulan tersebut ?




















Mengetahui
Kepala Sekolah Guru Kelas


……………….. ……………………








RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 4

Mata Pelajaran : IPA
Kelas/Semester : VI/II
Pertemuan ke : …..
Alokasi Waktu : 8 x 35 menit ( 4 x pertemuan)
Standar Kompetensi : 8. Memahami pentingnya penghematan energi listrik.
Kompetensi Dasar : 8.2 Membuat suatu karya/model yang menggunakan Energi listrik (Bel listrik/alrm/model lampu lalu lintas/kapal terbang/mobil-mobilan/model penerangan rumah)
Indikator : 1. Merancang model lampu lalu lintas
2. Membuat model lampu lalu lintas
3. Menguji coba model lampu lalu lintas
I. Tujuan Pembelajaran :
1. Siswa dapat merancang model lampu lalu lintas
2. Siswa dapat membuat model lampu lalu lintas
3. Siswa dapat menguji coba model lampu lalu lintas yang telah dibuat.

II. Materi Ajar :
- Membuat model lampu lalu lintas

III. Metode pembelajaran :
- Diskusi, tanya jawab, eksperimen, demontrasi

IV. Langkah-langkah pembelajaran :

Pertemuan I.
- Mengamati gambar lampu lalu lintas

Kegiatan Inti :
- Mendiskusikan rangkaian listrik yang diperlukan untuk membuat lampu lalu lintas.
- Melaporkan hasil diskusi, diteruskan pembahasan
- Tanggapan dan menarik kesimpulan

Kegiatan akhir.
- Pemberian tugas untuk kegiatan berikutnya.

Pertemuan II
Kegiatan awal.
- Menyiapkan alat-alat yang diperlukan.

Kegiatan inti.
- Penjelasan singkat cara merankai model lampu listrik
- Praktek membuat model lampu lalu lintas
- Menguji coba model lampu lalu lintas yang telah dibuatnya.

Kegiatan akhir.
- Pekerjaan rumah

Pertemuan III.
- Mengamati gambar rangkaian bel listrk

Kegiatan Inti :
- Mendiskusikan rangkaian listrik yang diperlukan untuk membuat bel listrik.
- Melaporkan hasil diskusi, diteruskan pembahasan
- Tanggapan dan menarik kesimpulan

Kegiatan akhir.
- Pemberian tugas untuk kegiatan berikutnya.

Pertemuan IV
Kegiatan awal.
- Menyiapkan alat-alat yang diperlukan.

Kegiatan inti.
- Penjelasan singkat cara merangkai membuat rankaian bel listrik
- Praktek membuat model bel listrik
- Menguji coba model bel listrik yang telah dibuatnya.

Kegiatan akhir.
- Tugas di rumah

V. Alat dan sumber bahan.
Alat : 1. Lampu 1,5 V 3 buah 5 paku payung
2. Paku 6 klip
3. Spidol warna Merah, Hijau, Kuning 7 kabel 7 buah
4. Baterai 1,5 V 2 buah 8 saklar

Buku sumber.
1. IPA Paket hal ……….
2. Saint Regina hal : 91



VI. Penilaian :
Pertemuan II
Tes Produk.
Disediakan 3 lampu 1,5 V, paku, baterai 3, Saklar, Kabel, tempat baterai, viting dll.
Buatlah model lampu lalu lintas dari alat-alat tersebut diatas !

Pertemuan IV.
Tes pruduk
Sediakan 2 buah baterai, kabel, saklar, kumparan !
Buat model rangkaian bel listrik !














Mengetahui
Kepala Sekolah Guru kelas


………………………… …………………………

























RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 5

Mata Pelajaran : IPA
Kelas/Semester : VI / II
Pertemuan ke : …….
Alokasi waktu : 6 x 35 menit (3 x pertemuan)
Standar Kompetensi : 9.1 Mendiskripsikan sistem tata surya dan posisi penyusunan tata surya.
Kompetensi Dasar : 1. Menjelaskan pengertian tata surya
2. Mengurutkan nama-nama Planet dalam tata surya
3. Menjelaskan sifat-sifat Planet/ Satelit dalam tat surya.

I. Tujuan Pembelajarn:
1. Siswa dapat menjelaskan pengertian tata surya
2. Siswa dapat menyebutkan nama-nama Planet secara urut dalam tata surya
3. Siswa dapat menjelaskan sifat-sifat Planet dalam tata surya
4. Siswa dapat mendemontrasikan sistem peredaran Planet dengan solar sistem.

II. Materi Pembelajaran:
- Sistem Tata Surya.

III. Metode Pembelajaran :
- Diskusi, demontrasi, tanya jawab.

IV. Langkah-langkah pembelajaran :
Pertemuan I.
Kegiatan awal.
- Tanya jawab tentang tata surya

Kegiatan Inti.
- Mengamati model gambar tata surya
- Mendiskusikan susunan tata surya
- Melaporkan hasil diskusi
- Tanggapan hasil diskusi
- Menyimpulkan hasil diskusi

Kegiatan Akhir.
- Latihan dan tugas rumah.

Pertemuan II.
Kegiatan awal.
- Tanya jawab singkat materi yang lalu

Kegiatan Inti.
- Penjelasan singkat tentang Planet Bumi.
- Menjelaskan system rotasi dan revolusi bumi
- Mencatat hasil
- Laporan diteruskan pembahasan.
- Menarik kesimpulan
- Penugasan membuat kliping tentang tata surya.

Kegiatan Akhir.
- Memajangkan hasil

Pertemuan III.
Kegiatan awal.
- Tanya jawab tentang tata surya

Kegiatan Inti.
- Mengamati gambar tata surya
- Mendiskusikan susunan tata surya , satelit, komet, dan rasi bintang
- Melaporkan hasil diskusi
- Tanggapan hasil diskusi
- Menyimpulkan hasil diskusi

Kegiatan Akhir.
- Latihan dan tugas rumah.




V. Alat dan sumber bahan :
- Gambar tatasurya
- Buku Paket hal …
- Bahan Sain Regina hal : 95

VI. Penilaian :
Pertemuan I.
Tes Kinerja
Setelah kamu mempraktekkan penjelasan dari gurumu, dan berdiskusi tentang tata surya tentunya kalian sudah mengetahui Planet-planet dalam tata surya kita. Oleh karena itu isilah titik-titik dalam tabel dibawah ini !





No Nama Planet Jarak dari Matahari Periode Rotasi Periode Revolusi
1
2
3
4
5
6
7
8
9

Pertemuan II.
Tes Tertulis :
Jawablah pertanyaan dibawah ini !
1. Apakah yang dimaksud dengan tata surya ?
2. Planet apakah yang terbesar dalam tata surya ?
3. Sebutkan urutan nama-nama Planet ?
4. Planet Venus disebut juga bintang apa ?
5. Planet apa yang etrjauh dari matahari ?


Pertemuan III
Tugas Rumah
Buatlah gambar tata surya lengkap dengan bagian-bagiannya !








Mengetahui
Kepala Sekolah Guru Kelas





….………………….. ……………………….














RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 6

Mata Pelajaran : IPA
Kelas/Semester : VI / II
Pertemuan ke : …….
Alokasi waktu : 2 x 35 menit (21 x pertemuan)
Standar Kompetensi : 9. Memahami matahari sebagai pusat tata surya dan interaksi bumi dalam tata surya
Kompetensi Dasar : 9.2. Mendiskripsikan peristiwa rotasi bumi, revolusi bumi dan revolusi bualn.
Indikator : 1. Menjelaskan rotasi bumi dan akibatnya
2. Menjelaskan Revolusi bumi dan akibatnya
3. Mendemontrasikan rotasi bulan dan revolusi bulan mengelilingi matahari
4. Mendemontrasikan rotasi bumi dan revolusi bumi terhadap matahari.
5. Mendemontrasikan rotasi bulan dan revolusi bulan terhadap bumi, sekaligus rotasi bumi dan revolusi bumi terhadap matahari

I. Tujuan Pembelajaran:
1. Siswa dapat menjelaskan rotasi bumi dan akibatnya.
2. Siswa dapat menjelaskan revolusi bumi dan akibatnya.
3. Siswa dapat mendemontrasikan rotasi bulan dan revolusi bulan dalam mengelilingi bumi.
4. Mendemontrasikan rotasi bumi dan revolusi bumi terhadap matahari.
5.
II. Materi Pembelajaran :
- Peristiwa rotasi dan revolusi bumi dan bulan.

III. Metode Pembelajaran :
- Diskusi, demontrasi, tanya jawab

IV. Langkah-langkah Pembelajaran :
Pertemuan I.
Kegiatan awal.
- Tanya jawab bentuk tiruan bumi

Kegiatan Inti :
- Siswa mengamati arah gerakan rotasi bumi
- Siswa bergantian mendemontrasikan rotasi bumi dengan menggunakan globe
- Berdiskusi akhibat terjadinya rotasi bumi dan kala rotasi nya
- Laporan hasil diskusi
- Tanggapan hasil diskusi
- Menarik kesimpulan
.
Kegiatan akhir.
- Latihan dan tanya jawab.

Pertemuan II.
Kegiatan awal :
- Menyiapkan peraga solar system

Kegiatan Inti :
- Mengamati dan mendemontrasikan rotasi bumi dan revolusi bumi terhadap matahari.
- Mendemontrasikan bumi dan revolusi bumi terhadap matahari.
- Mendiskusikan hasil pengamatan
- Melaporkan hasil diskusi diteruskan pembahasan dan kesimpulan.

Kegiatan akhir :
- Memberi tugas rumah.

Pertemuan III.
Kegiatan awal.
- Mengamati gerakan bulan

Kegiatan Inti :
- Mendemontrasikan gerakan rotasi bulan
- Mengamati gerakan rotasi bulan
- Mencatan hasil pengamatan
- Melaporkan hasil pengamatan, diteruskan pembahasan.
- Menarik kesimpulan.
- Mengerjakan LKS


Kegiatan akhir.
- Tes produk

Pertemuan IV.
Kegiatan awal :
- Menyiapkan peraga solar system

Kegiatan Inti :
- Mengamati dan mendemontrasikan rotasi rotasi, revolusi bulan terhadap matahari dan bersama bumi berevolusi terhadapa matahari.
- Mencatat hasil pengamatan
- Mendiskusikan hasil pengamatan
- Melaporkan hasil diskusi diteruskan pembahasan dan kesimpulan.

Kegiatan akhir :
- Tes produk

V. Alat/dan sumber bahan :
- Globe
- Solar sistem/peraga matahari, bumi dan bulan
- Buku IPA Paket hal …
- Buku IPA Kls VI Erlangga hal ……
- Pengalaman Guru

VI. Penilaian.
Pertemuan I.
Tes Kinerja
Disediakan Globe, demontrasikan terjadinya rotasi bumi, kemudian jawablah pertanyaan dibawah ini !
1. Apakah yang dimaksud dengan rotasi bumi ?
2. Apakah akibat dari rotasi bumi tersebut ?
3. Berapakah periode rotasi bumi ?

Pertemuan II.
Tes tertulis !
Jawablah pertanyaan dibawah ini !
1. Apakah yang dimaksud revolusi bumi ?
2. Apakah yang dimaksud revolusi bulan ?
3. Ada berapa macamkah gerakan bulan itu ?
4. Berapa kala revolusi bumi terhadap matahari ?


Pertemuan III
Tes prouduk
Gambar peredaran bulan, fase-fase bulan terhadap bumi !



Pertemuan IV
Kinerja
Lakukan dengan temanmu gerakan bulan berotasi pada porosnya, berevolusi terhadap bumi dan sekaligus bersama bumi berevolusi terhadap matahari !










Mengetahui
Kepala Sekolah Guru Kelas
……………………….. ………………………….





RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 7

Mata Pelajaran : IPA
Kelas/Semester : VI / II
Pertemuan ke : ………
Alokasi waktu : 6 x 35 menit ( 3 x pertemuan)
Standar Kompetensi : 9. Memahami matahari sbg pusat tata surya & interaksi bumi dalam tata surya.
Kompetensi Dasar : 9.3.Menjelaskan terjadinya gerakan bulan dan gerhana matahari
Indikator : 1. Menjelaskan terjadinya gerhana bulan berdasarkanpercobaan
2. Menjelaskan terjadinya gerhana matahari berdasarkan percobaan
3. Menjelaskan macam-macam gerhana.

I. Tujuan Pembelajaran :
- Siswa dapat menjelaskan terjadinya gerhana bulan melalui percobaan.
- Siswa dapat menjelaskan terjadinya gerhana matahari
- Siswa dapat menjelaskan macam-macam gerhana matahari.

II. Materi Ajar :
- Gerhana bulan dan matahari

III. Metode Pembelajaran :
- Diskusi, Tanya jawab, demontrasi.

IV. Langkag-langkah Pembelajaran :
Pertemuan I.
Kegiatan awal :
- Menyiapkan peraga gerhana ( lampu senter, dua buah bola besar dan kecil ).

Kegiatan Inti
- Mendemontrasikan terjadinya gerhana bulan
- Berdiskusi tentang gerhana bulan
- Melaporkan hasil diskusi diteruskan pembahasan.
- Kesimpulan.

Kegiatan akhir.
- Tes produk

Pertemuan II.
Kegiatan awal :
- Menyiapkan bahan peraga gerhana matahri

Kegiatan inti :
- Mendemontrasikan percobaan terjadinya gerhana matahari.
- Mendiskusikan hasil pengamatan tentang gerhana matahari.
- Laporan hasil diskusi, diteruskan pembahasan.
- Kesimpulan.

Kegiatan akhir :
- Latihan dan tugas rumah.

Pertemuan III
Kegiatan awal :
- Tanya jawab materi yang lalu

Kegiatan inti :
- Mengamati model susunan gernahana matahri dan gerhana bulan
- Mendiskusikan hasil pengamatan tentang gerhana matahari.
- Laporan hasil diskusi, diteruskan pembahasan.
- Kesimpulan.

Kegiatan akhir :
- Tes produk

V. Alat dan sumber belajar :
- Gambar Gerhana
- Peraga gerhana
- Lampu senter, 2 buah bola besar dan kecil.
- IPA Paket Kls VI
- Pengalaman guru.

VI. Penilaian :
Pertemuan I.
Tes Kinerja :
Disediakan : - Lampu senter, 2 buah bola besar dan kecil
- Peraga gerhana


Amatilah dan lakukan percobaab tentang terjadinya gerhana. Kemudian jawablah pertanyaan dibawah ini !
1. Dalam percobaab tersebut lampu senter, bola besar dan kecil berfungsi sebagai apa ?
2. Mengapa gerhana bulan bisa terjadi ?


Pertemuan II.
Tes tertulis :
1. Kapan terjadi gerhana matahari ?
2. Apa yang dimaksud dengan umbra ?
3. Berapa lama terjadinya gerhana matahari total ?
4. Bagaimana kedudukan Matahari, bumi dan bulan saat terjadinya gerhana ?


Pertemuan III
Buatlah model susunan gerhana matahri dan gerhana bulan serta sebutka perbedaannya !









Mengetahui
Kepala Sekolah Guru kelas





…………………….. ……………………….































RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 8

Mata Pelajaran : IPA
Kelas / Semester : VI / II
Pertemuan ke : …….
Alokasi waktu : 8 x 35 menit ( 4 x pertemuan)
Standar Kompetensi : 9. Memahami matahari sebagai pusat tata surya dan interaksi bumi dalam tata surya.
Kompetensi Dasar : 9.4 Menjelaskan perhitungan kalender masehi dan kalender Hijriyah.
Indikator : 1. Menjelaskan perhitungan kalender masehi
2. Menjelaskan perhitungan kalender Hijriyah.

I. Tujuan Pembelajaran :
1. Siswa dapat menjelaskan perhitungan tahun masehi.
2. Siswa dapat menjelaskan perhitungan tahun Hijriyah.
3. Siswa dapat menjelaskan tahun kabisat
4. Siswa dapat menghitung umur bulan dalam tahun masehi.

II. Materi Ajar :
Kalender Matahari dan kalender Hijriyah.

III. Metode Pembelajaran :
Diskusi, tanya jawab, pemberian tugas.

IV. Langkah-langkah Pembelajaran :
Pertemuan I
Kegiatan awal :
- Memperlihatkan kalender yang terpasang di dinding.
- Tanya jawab tentang penanggalan pada kalender tersebut.

Kegiatan inti :
- Mengamati gambar kala revolosi bumi dan bulan terhadap matahari
- Mencatat hasil pengamatan.
- Siswa berdiskusi tentang kala revolosi bumi sebagai hitungan kalender syamsiah
- Melaporkan hasil diskusi, diteruskan pembahasan bersama.
- Kesimpulan.

Kegiatan akhir :
- Latihan mengerjakan soal / evaluasi

Pertemuan II
Kegiatan awal :
- Tanya jawab tentang penanggalan pada kalender komariah

Kegiatan inti :
- Mengamati gambar kala revolosi bulan terhadap bumi
- Mencatat hasil pengamatan.
- Siswa berdiskusi tentang akhibat revolosi bulan terhadap bumi sebagai kalender komariyah
- Melaporkan hasil diskusi, diteruskan pembahasan bersama.
- Kesimpulan.

Kegiatan akhir :
- Latihan mengerjakan soal

Pertemuan III
Kegiatan awal :
- Tanya jawab tentang penanggalan pada kalender syamsiah

Kegiatan inti :
- Mengamati nama-nama bulan kalender syamsiah
- Mencatat nama-nama bulan kalender syamsiah dan masing-masing umur harinya
- Siswa berdiskusi tentang nama-nama bulan kalender syamsiah dan masing-masing umur harinya
- Melaporkan hasil diskusi, diteruskan pembahasan bersama.
- Kesimpulan.

Kegiatan akhir :
- Latihan mengerjakan soal




Pertemuan IV
Kegiatan awal :
- Tanya jawab tentang penanggalan pada kalender komariyah

Kegiatan inti :
- Mengamati nama-nama bulan kalender komariyah
- Mencatat nama-nama bulan kalender komariyah dan masing-masing umur harinya
- Siswa berdiskusi tentang nama-nama bulan kalender komariyah dan masing-masing umur harinya
- Melaporkan hasil diskusi, diteruskan pembahasan bersama.
- Kesimpulan.

Kegiatan akhir :
- Latihan mengerjakan soal

V. Alat dan Sumber Bahan :
- Gambar revolosi bumi dan bulan terhadap matahari.
- Kalender
- IPA Paket kelas VI hal. ..
- Sains kelas VI, Regina hal ; 119
- Pengalaman guru.

VI. Penilaian :
Pertemuan I
Tes tertulis :
Jawablah pertanyaan –pertanyaan dibawah ini !
1 Dihitung berdasarkan peredaran apakah tahun masehi ?
2 Berapa harikah tepatnya revolosi bumi terhadap matahari ?
3. Apa yang dimaksud dengan tahun kabisat ?
4. Berapa harikah lamanya tahun qomariyah dalam satu tahun ?
5. Dihitung berdasar peredaran apakah tahun Qomariyah itu ?
6. Berapa umur bulan Pebruari dalam tahun kabisat ?
7. Berapa hari selisih antara tahun masehi dan tahun Hijriyah ?
8. Apa nama lain tahun masehi ?
9. Apa pula nama lain tahun Hijriyah ?
10. Sejak kapan dimulainya perhitungan tahun Masehi dan tahun Hijriyah ?

Pertemuan II
Tes tulis
Berapa harikah 1 tahun dalam kalender komariyah ?

Pertemuan III
Tes tulis
Berapa harikah 1 tahun penanggalan syamsiah ?

Pertemuan IV
Tes tulis
Berapa harika perbedaan 1 tahun komariyah dan 1 tahun masahi !









Mengetahui :
Kepala Sekolah Guru Kelas



………………….. …………………………...

Sabtu, 13 Februari 2010

soal UASBN SD

SOAL PREDIKSI
UJIAN AKHIR SEKOLAH BERSTANDAR NASIONAL (UASBN)
IPA
TAHUN PELAJARAN 2009/2010








PETUNJUK UMUM
1. Bacalah Basmallah sebelum mengerjakan soal-soal berikut!
2. Perhatikan dan ikuti petunjuk pengisian pada lembar jawaban yang disediakan!
3. Periksa dan bacalah soal-soal dengan teliti sebelum kalian menjawabnya!
4. Jumlah soal sebanyak 40 butir, setiap butir soal terdiri atas 4 (empat) pilihan jawaban dan semuanya harus dijawab!
5. Laporkan kepada pengawas ujian kalau terdapat tulisan yang kurang jelas, rusak atau jumlah soal kurang!
6. Mintalah kertas buram kepada pengawas ujian, bila diperlukan!
7. Periksalah pekerjaan kalian sebelum diserahkan kepada pengawas ujian!
8. Tidak diizinkan menggunakan kalkulator, HP, tabel matematika, atau alat bantu hitung lainnya!

SELAMAT BEKERJA


1.




Persamaan ciri khusus kedua hewan di atas terdapat pada ….

A. Kulit
B. Ekor
C. Makanan
D. Alat pernafasan

2. Zebra, gajah, dan banteng termasuk kelompok hewan ….
A. Herbivora
B. Karnivora
C. Omnivora
D. Insektivora

3.






3. Hewan pada gambar di atas, berkembang biak dengan cara …
A. Ovivar
B. Vivipar
C. Ovovivipar
D. Fragmentasi

4. Lengkuas merupakan tumbuhan yang berkembang biak dengan ….
A. Rizhoma
B. Stolon
C. Tunas
D. Tunas adventif

5. Untuk menyedapkan rasa pada masakan, para ibu menggunakan tumbuhan di bawah ini kecuali ….
A. Pandan
B. Jahe
C. Kencur
D. Temulawak


6. Pemanfaatan kulit hariamau dalam jumlah berlebihan, maka mengakibatkan populasi harimau….
A. menurun
B. bertambah
C. tetap
D. berubah-ubah

7. Tujuan utama pemerintah mendirikan suaka marga satwa adalah ….
A. melestarikan tumbuhan langka
B. membudidayakan tanaman
C. melestarikan hewan langka
D. sebagai objek wisata

8. Tali putri hidup menempel pada beluntas. sehingga mengambil sari-sari makanan dari beluntas. Jenis simbiosis yang terjadi antara tali putri dan beluntas adalah….
A. predator
B. mutualisme
C. komensalisme
D. parasitisme

9. Rantai makanan yang sering terjadi pada komunitas padang rumput adalah ….
A. rumput – belalang – elang –kutilang
B. rumput – zebra – singa- pengurai
C. rumput – jerapah – zebra – singa
D. rumput – kuda – elang – pengurai

10. Didalam komunitas sawah terdapat padi, belalang, katak, tikus, ular dan elang. Jika tikus mengalami kepunahan maka makhluk hidup yang terpengaruh langsung karena kuat ketergantungannya adalah ….
A. padi
B. ular
C. elang
D. katak

11. Bentuk daun yang lebar dan tipis pada tumbuhan teratai berfungsi untuk….
A. memperbanyak penguapan
B. mengurangi penguapan
C. tempat berlindung ikan
D. bisa mengapung


12.Perhatikan gambar berikut!


2.


1 2 3 4

Bentuk kaki burung pada gambar diatas yang berfungsi untuk memanjat ditunjukkan oleh gambar nomor ….
A. 1
B. 2
C. 3
D. 4

13. Perhatikan gambar dibawah!
1

2

3

4



Gambar yang ditunjukan nomor 3 adalah tulang ….
A. dada
B. rusuk
C. tengkorak
D. lengan

14. 1


2

3

4
Bagian dari lidah yang pekaterhadap rasa pahit ditunjukkan nomor ….
A. 1
B. 2
C. 3
D. 4

15. Tempat pertukaran gas pada sistem pernafasan manusia terjadi pada ….
A. pleura
B. bronkus
C. bronkeolus
D. alveolus

16.




ati



x


Gambar yang ditunjukkan tanda X menghasilkan enzim amilase yang berfungsi untuk mengubah….
A. zat tebung menjadi menjadi zat gula
B. protein menjadi asam amino
C. lemak menjadi asam lemak
D. protein menjadi pepton

kepala
17.

Paru-paru


jantung




tubuh

Berdasakan gambar urutan peredaran darah kecil adalah ….
A. jantung - paru-paru - seluruh tubuh
B. jantung - paru-paru - jantung
C. jantung - seluruh tubuh - jantung
D. paru-paru - seluruh tubuh - paru-paru

18. Yang bukan termasuk fungsi dari daun adalah….
A. sebagai alat tranportasi
B. menyimpan cadangan makanan
C. tempat fotosintesis
D. tempat penguapan

19. Bahan makanan yang berfungsi untuk memperbaiki sel-sel yang rusak adalah ….
A. jagung, ketela,tahu
B. tahu, kacang tanah, jagung
C. tebu,jagung,beras
D. gandum,beras,jagung

20. Salah satu cara agar peredaran darah sehat adalah ….
A. Makan makanan yang berlemak
B. Olah raga teratur
C. Tidur yang banyak
D. Makan yang kenyang

21. Benda yang dapat berubah wujud dari padat menjadi gas adalah ….
A. Es batu
B. Kapur barus
C. Air mendidih
D. Titik-titik air pada tutup gelas



22. Kegiatan di bawah ini yang memanfaatkan proses perubahan wujud benda cair menjadi gas, yaitu peristiwa ….
A. memasak agar-agar kemudian didiamkan
B. Membuat mainan bentuk bentuk binatang dari plastisin
C. Mengeringkan baju basah dengan panas matahari
D. Pembuatan es krim

23. Ketika sebuah balon dipanaskan, maka beberapa saat kemudian balon tersebut akan meletus. Hal ini terjadi karena udara di dalam balon tersebut ….
A. menyusut
B. memuai
C. memanas
D. mencair

24. Sebatang besi yang dipanasi salah satu ujungnya, maka ujung besi yang lain akan terasa panas. Perpindahan kalor pada peristiwa tersebut adalah ….
A. konduksi
B. konveksi
C. radiasi
D. lisolasi

25. Dari gambar di samping bagian yang
merupakan konduktor adalah ….
A. 1
B. 2
C. 3
D. 4

26. Energi yang dihasilkan dari gambar di samping adalah ….
A. Energi gerak
B. Energi bunyi
C. Energi cahaya
D. Energi kimia

27.






Berdasarkan gambar di atas, bahwa cahaya dapat ….
A. Dibelokkan
B. Dipantulkan
C. Dibiaskan
D. Merambat lurus
28. Dibawah ini yang termasuk energi aternatif adalah ….
A. LPG
B. batu bara
C. bioenergi
D. minyak bumi

29. Batu bara, minyak bumi, listrik, matahari, LPG, dan biogas.
Dari pernyataan diatas yang termasuk sumber energi yang dapat diperbaharui adalah ….
A. Batu bara,minyak bumi, matahari
B. Minyak bumi, LPG, listrik
C. LPG, bioenergi,lisrik
D. Listrik, matahari, bionergi










30.Pada peristiwa tersebut terjadi gaya ….
A. Gesek
B. Dorong
C. Tarik
D. Pegas

31.






Dari gambar di atas, bagian yang paling besar menahan beban adalah ….
A. I
B. II
C. III
D. IV








32.




Dari gambar di atas, untuk mempermudah menaikkan drum ke atas truk pesawat sederhana yang digunakan adalah ….
A. Tuas
B. Bidang mikring
C. Katrol
D. Roda berporos

33. Perusahaan Listrik Negara (PLN) akhir-akhir ini sering melakukan pemadaman listrik secara bergilir. Tindakan kita yang tepat untuk membantu penghematan energi listrik adalah ….
A. Menyalakan listrik di siang hari
B. Menonton televisi secara terus menerus
C. Mematikan lampu setelah tidak dipakai
D. Menggunakan lampu yang berdaya besar

34. Perhatikan pernyataan di bawah ini :
1. Sebagai penggerak generator
2. Sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Air ( PLTA)
3. Sebagai Penggerak aerogenerator
4. Sebagai irigasi Persawahan
Berdasarkan data di atas yang merupakan manfaat sumber daya alam berupa air adalah….
A. 1,3,5
B. 1,2,4
C. 2,3,4
D. 1,2,5

35. Berikut ini merupakan kegiatan pelestarian sumber daya alam kecuali….
A. melakukan tebang pilih
B. penanaman hutan kembai
C. menebang tanaman yang sudah besarlah
D. menebang hutan tanpa ditanami kembali

36. Saat ini pemerintah sedang menggalakkan penghijauhan atau penanaman kembali hutan yang telah gundul. Maka program yang tepat dilakukan pemerintah adalah ….
A. sanitasi
B. irigasi
C. reboisasi
D. fregmentasi


37. Salah satu dampak positif dari gunung meletus adalah ….
A. tanaman disekitar gunung mati
B. tanah disekitar gunung menjadi subur
C. merusak ekosistem disekitar gunung
D. objek pariwisata sekitarnya rusak

38. Dibawah ini urutan planet dari yang paling jauh dengan matahari adalah ….
A. saturnus, uranus, jupiter
B. merkurius,venus,bumi
C. neptunus, uranus, saturnus
D. mars, jupiter,bumi

39. Perbedaan musim dibeberapa tempat di belahan bumi, merupakan akibat dari peristiwa ….
A. rotasi
B. revolusi
C. grafitasi
D. radiasi

40. Revolusi bulan digunakan sebagai dasar penetuan penanggalan ….
A. hijriyah
B. jawa
C. masehi
D. cina

Kamis, 28 Januari 2010

renungan

Berjuanglah Untuk Lulus Ujian

Hidup penuh lika liku, orang hidup semua mempunyai masalah, hanya orang yang sudah tidak bernyawalah yang tidak punya masalah di dunia ini. Bahkan menurut saya orang yang sudah mati pun sesungguhnya mempunyai masalah. Anda boleh percaya atau tidak. Menurut kepercayaan saya orang yang sudah mati harus membayar masalah yang dihadapinya di dunia sekecil apapun itu. Orang mati tentunya menghadapi masalah pengadilan akhirat. Sungguh tidak adil jika orang yang di dunia sangat bermasalah, seperti zalim kepada orang lain, membunuh ribuan nyawa, korupsi milyaran,dstnya. Masalahnya akan tuntas setelah ia mati. Padahal didunia ia tidak mendapat pengadilan yang adil. Maka jika kematian telah melepaskannya dari kezaliman dan kejahatan yang dia lakukan tidak adil bukan. Maka dari itu pengadilan Akhirat wajib ada hukumnya. Apalagi buat orang yang selama ini dianiaya. Mereka pasti menuntut keadilan Tuhan yang seadil-adilnya.
Hidup adalah untuk berjuang. Hidup tanpa perjuangan adalah sebuah kemunafikan. Setiap orang hidup mesti harus berjuang. Sekecil apapun usaha itu. Manusia mau makan saja butuh usaha dan perjuangan. Lihat kita sebelum makan tentu harus berusaha masak dahulu. Jika kita di beri makanan, tentu kitapun masih perlu mengambil dan memasukaknnya kemulut, dan tentunya berusaha mengunyahnya. Setiap insan yang lagi dirundung masalah berjuanglah. Yang jelas Bunuh diri bukan solusi. Sebab orang mati pun punya masalah.
Pada dasarnya ujian adalah seberapa besar perhatian yang anda berikan untuk mengembangkan diri anda dan membantu orang lain ditengah kehimpitan. Di tengan ujian itulah kita dapat dinilai. Derajat akan naik atau turun. Bagi pelajar untuk bisa naik kelas tentunya ada ujian. Dan dalam ujian itulah ada anugrah penghargaan. Dan tentunya kita harus berdo’a untuk memantapkan langkah kita… manusia berusaha, Tuhan berkuasa.
Ketika ujian anda di nilai, maka anda harus tunjukkan dalam bidang apakah kesuksesan telah anda raih: belajar, kerja keras, kepribadian, bakat, ketrampilan, kesempatan, hubungan, sikap melindungi, atau keberuntungan? Sukses yang anda dapatkan dan simpan sendiri tidak akan mendapatkan penghargaan. Semakin besar anugerah yang anda dapatkan, maka semakin besar tanggung jawab anda untuk berbagi keberuntungan tersebut dengan orang lain.
GET THE SPIRIT
Klo orang lain bisa mengapa kita tidak! Kita pasti bisa… Amien

bab 1 rencana skripsi

PROPOSAL SKRIPSI



(Telaah Psikologi)



















Nama : ANDI TAUFIQ HAKIM
Nim : 323053001









Jurusan Ushuluddin / Prodi Tafsir Hadits










BAB : I
KONSEP PUTUS ASA DALAM AL QUR’AN
(Telaah Psikologi dengan metode Maudhu’i)

A. Latar Belakang Masalah

Al qur’an sebagai pedoman utama umat islam yang merupakan wahyu dari Allah SWT yang merupakan mu’jizat yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW diturunkan kepada nabi Muhammad saw. Al qur’an berfungsi sebagai petunjuk bagi manusia (hudan linnas). Al qur’an adalah, sebagai sumber hukum dari pedoman hidup bagi pemeluk Islam. Hal ini sebagaimana firman Allah dalam surat Al Baqoroh ayat 185.
       ••     
Artinya :
Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil).
Dari keterangan diatas jelas bahwa al qur’an sebagai petunjuk bagi manusia, petunjuk dalam artian supaya manusia dalam hidup di dunia ini tidak tersesat. Akan tetapi pada kenyataan yang terjadi di era perkembangan zaman sekarang ini banyak manusia yang justru berputus asa ketika banyak dirundung masalah. Stress tinggi karena gagal jadi caleg, putus asa karena gagal ujian, Bunuh diri di tinggal pacar/istri, gantung diri karena sakit yang diderita tak kunjung sembuh, bunuh diri karena masalah ekonomi, Dan seterusnya. Padahal di dalam al qur’an di jelaskan:
     
Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya (Qs. Al-Baqoroh : 286)

Dari ayat di atas menjelaskan bahwa sesungguhnya Allah memberikan suatu cobaan atau masalah sesuai dengan kemampuan seseorang. Lalu bagaimana dengan orang yang mengalami keputus asaan dalam hidupnya. Kira – kira apa yang salah dengan mereka sehingga mengalami keputusasaan.
Di ayat lain ada penjelasan
   • 
5. Karena Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. (QS. Alam nasroh: 5).
Dalam al qur’an juga disebutkan ayat yang berkenaan dengan putus asa, dan manusia dilarang berputus asa:
               
Dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir". (Qs. [12] Yusuf : 87).
Dari keterangan ayat di atas bahwa manusia jangan sampai berputus asa. Ayat itu juga mengindikasikan bahwa Allah memberi cobaan yang berupa kesulitan itu sesungguhnya akan membawa manusia kepada kemudahan dan kemajuan. Masih banyak juga diantara manusia yang berputusasa karena kurangnya keimanan kepada Nya..
Di surat al isro’ ayat 83 di jelaskan
             
83. dan apabila Kami berikan kesenangan kepada manusia niscaya berpalinglah dia; dan membelakang dengan sikap yang sombong; dan apabila Dia ditimpa kesusahan niscaya Dia berputus asa. (surat Al isro’ : 83)


Bagaimana tinjauan dari sisi psikologis sehingga seseorang sampai berputus asa dalam menghadapi masalah dan bagaimana pula hubungan nya putus asa dengan ilmu tasawuf.

B. Alasan Pemilihan judul
Seiring kemajuan dan perkembangan zaman yang makin kompleks. Membuat kebutuhan manusia akan segala sesuatu juga meningkat. Tingginya kebutuhan dan keinginan akan terpenuhinya segala harapan yang sangat diimpikan membuat manusia berusaha mendapatkan apa-apa yang dinginkannya.
Harapan mampu menggapai apa yang di cita-citakan bisa ada digenggaman merupakan dambaan setiap orang. Akan tetapi tak jarang kenyataan berkata lain, banyak harapan manusia dan keinginannya tidak dapat diraihnya. Hal itu bisa terjadi karena kemampuan manusia tak sebanding dengan keinginannya yang hadir tiada habisnya. Karena terjadinya kegagalan meraih apa yang ia impikan dan ia harapkan, itulah yang bisa menjadikan manusia putus asa. Keputus asaan manusia dapat terjadi tatkala dirinya yang lemah tak sanggup dan tak siap menerima kenyataan pahit, yaitu tidak dapat meraih apa yang diharapkan selama ini.
         
28. Allah hendak memberikan keringanan kepadamu[286], dan manusia dijadikan bersifat lemah.
Pada saat ini banyak orang yang mengalami strees dan putus asa dalam hidupnya. Apalagi di tengah resesi ekonomi global yang membuat pendapatan/ perekonomian masyarakat menurun karena di PHK sedangkan kebutuhan hidup tetap. Dan fenomena lainnya seperti maraknya pemberitaan orang berusaha bunuh diri dari apartemen atau pusat perbelanjaan.
Berdasarkan kenyataan yang terurai diatas, penulis merasa tertarik untuk meneliti dan mengkaji ayat-ayat Al qur’an yang membicarakan masalah putus asa, sehingga dapat diketahui dengan jelas berapa ayat-ayat al qur’an yang menjelaskan seputar putus asa. Dan bagaimana sebenarnya konsep putus asa menurut al qur’an serta bagaimana fenomena yang terjadi dalam kehidupan masyarakat, dampaknya dan bagaimana dalam tinjauan psikologis.
Dari sekian banyak cara yang bisa membantu untuk dapat memahami hal itu yaitu dengan mengumpulkan ayat yang membahas hal tersebut dengan menggunakan metode maudhu’I (temetik). Yang dimaksudkan dengan metode tematik adalah membahas ayat-ayat al qur’an sesuai dengan tema atau judul yang telah ditetapkan.

C. Batasan Masalah
Supaya penulisan skripsi ini sesuai dengan judul dan terfokus dalam satu pembahasan yang utuh, maka pembahasan dibatasi pada kajian :
1. Konsep putus asa dalam Al qur’an (pengumpulan ayat-ayat tentang putus asa)
2. Fenomena keputus asaan manusia tatkala mengalami kegagalan
3. Dampak psikologis keputus asaan manusia;
4. Orang yang mengalami putus asa dalam tinjauan psikologi.
5. Upaya pencegahan dan meminimalisir terjadinya keputusasaan.


D. Rumusan Masalah
Supaya dalam penulisan skipsi ini sesuai dengan judul dan agar tidak terjadi kerancuan dalam pembahasan, maka dalam skripsi ini dirumuskan sebagai berikut :
1. Bagaimana konsep putus asa dalam Al qur’an (pengumpulan ayat-ayat tentang putus asa)?
2. Bagaimana fenomena keputusasaan manusia tatkala mengalami kegagalan?
3. Bagaimana Dampak psikologis keputusasaan manusia;?
4. Bagaimana Putus asa dalam tinjauan psikologi?
5. Bagaimana upaya menanggulangi putus asa dalam diri?

E. Kegunaan Penelitian
1. Teoritis
Hasil penelitian ini, disamping untuk kepentingan akademis (academic significance) juga untuk bahan rujukan penelitian yang berkaitan dengan topic. Sekaligus memberikan penjelasan mengenai sikap putus asa yang dialami manusia dari aspek psikologi untuk memberikan sumbangan keilmuan dan wacana baru dalam kajian tafsir, khususnya metode tafsir maudhu’I (tematik).
2. Praktis
Dalam tataran praktis hasil penelitian ini diharapkan akan memberi satu pedoman bagi umat islam yang hidup di era modern ini, untuk mengisi kekosongan jiwa dan spiritual mereka ditengah makin kompleksnya persoalan hidup. Harapan yang berlebih dan kompleksnya persoalan mengakibatkan tidak sedikit dari manusia yang mengalami keputus asaan tatkala dirundung masalah atau persoalan hidup, apalagi jika dirinya merasa tidak mampu menyelesakan masalah.
Sehingga dengan adanya kajian ini diharapkan dapat membantu mereka yang lagi di landa putus asa mendapat pencerahan dan jalan penyelesaian masalah yang lebih baik.

F. Penegasan Istilah dan Ruang lingkup Penelitian
Judul penelitian ini di dukung oleh tiga istilah yang perlu di bahas sebagai pegangan dalam kajian lebih lanjut, ketiga istilah tersebut adalah “konsep” Putus asa” dan “Al-qur’an”
Konsep : menurut bahasa adalah : ide umum; pengertian; pemikiran; rancangan dasar di dalam kamus lain konsep berarti : rancangan (rencana) tertulis: perumusan sementara suatu undang-undang, peraturan penetapan. Kata ini juga berarti gambaran yang bersifat umum atau abstrak dari sesuatu. Dalam bahasa Indonesia, konsep diartikan dengan 1. rancangan atau design surat dan sebagainya. 2. ide atau pengertian yang diabstrakkan dari peristiwa kongkrit. 3. gambaran mental dari obyek, proses atau apapun yang ada di luar bahasa yang digunakan oleh akal budi untuk memahami hal-hal lain.
Putus asa : hilangnya semangat, harapan
Al qur’an : menurut bahasa kata al-qur’an merupakan masdar yang maknanya sinonim dengan makna qiro’ah (bacaan), al-qur’an dengan arti qiro’ah ini sebagaimana dipakai dalam ayat 17-18 surat al qiyamah.

G. Metode Penelitian

Adapun metode penelitian dalam skripsi ini meliputi :

1. Bentuk penelitian

Bentuk penelitian ini menggunakan bentuk literal atau kepustakaan yaitu telaah yang dilaksanakan untuk memecahkan suatu masalah yang pada dasarnya bertumpu pada penelaahan kritis dan mendalam terhadap bahan-bahan pustaka dan hasil penelitian ini yang terkait dengan topic (masalah kajian) .
2. Data yang dihimpun

Adapun jenis data yang penulis kumpulkan yaitu berupa data primer dan data sekunder.

a. Data primer yaitu data langsung dikumpulkan oleh peneliti dari sumber utamanya adapun sumber tersebut diantaranya sumber tertulis meliputi: Mushaf Al qur’an terjemahan, kitab-kitab tafsir al qur’an seperti tafsir terjemahan ibnu katsier, buku-buku Psikologi. Dan untuk memudahkan mencari ayat-ayat al qur’an mengenai pokok bahasan judul, penulis menggunakan software Al qur’an digital.
Penulis juga akan mencari informasi langsung kepada Psikolog atau orang yang dianggap mempunyai wawasan didalam ilmu kejiwaan.
b. Data sekunder yaitu data yang biasanya telah tersusun dalam bentuk dokumen yang berupa dari buku-buku dan sumber lainnya yang tidak secara langsung berkaitan dengan tema. Walaupun begitu bukan berarti data sekunder kalah bermutu dibandingkan dengan data primer . Diantaranya adalah Tazkiyat al-nafs, buku-buku tasawuf . Data sekunder lain misalnya dari majalah, internet dll.

3. Bentuk pengambilan data

Sebagaimana layaknya studi literatur yang mengumpulkan data melalui kepustakaan, maka secara sederhana upaya pengumpulan data dapat dicapai melalui penelitian koran / majalah, sumber-sumber dari internet, dan tentunya buku-buku karya para intelektual dan tokoh-tokoh yang bisa digunakan sebagai literatur dalam membahas skripsi ini. Yaitu dilakukan dengan cara mencatat bagian-bagian tertentu yang dianggap penting dari bahan pustaka tersebut, kemudian penulis mencatat di atas lembaran kertas yang sudah disiapkan dan membuat rekaman pendapatnya.
Penulis juga akan mencari sumber dari psikolog atau orang yang dianggap bersingungan dengan dunia psikologi, yang mana keberadaannya erat kaitannya dengan masalah yang dikaji.

4. Pendekatan dan analisa data

Untuk masalah pendekatan pengambilan data, penulis menggunakan metode maudhu’I : yaitu membahas ayat-ayat Al qur’an yang sesuai dengan tema atau judul yang telah di tetapkan.
Dalam penafsiran ini penulis mengumpulkan ayat-ayat yang sesuai tema dan didukung oleh penafsiran para mufasir lalu dianalisis. Selain itu penulis juga akan menggunakan pendekatan psikologi untuk menemukan jawaban terhadap suatu pokok masalah. Sedangkan untuk menganalisa data penulis menggunakan pendekatan sebagai berikut :
a. Analisis kewahyuan : yaitu pengkajian tentang al qur’an dan hadits terutama bagaimana ia memberikan jawabannya sendiri mengenai berbagai problem yang dihadapi manusia.
b. Analisa isi : analisa isi disini dimaksudkan melakukan analisis terhadap makna putus asa yang terkandung dalam al qur’an berdasarkan isi yang terkandung dalam al qur’an, kemudian dilakukan pengelompokkan yang disusun secara logis dan dianalisa menurut pandangan dunia psikologi.

H. Langkah-langkah Penelitian
Langkah yang di tempuh dalam tafsir maudhu’I adalah sebagai berikut :
1. Menetapkan tema yang akan di carikan jawabannya dalam Al qur’an yaitu tema tentang putus asa.
2. Mengumpulkan ayat-ayat al qur’an yang menjelaskan tentang berputus asa baik secara implisit maupun eksplisit, yang berhubungan dengan makna putus asa.
3. Mencari penafsiran mengenai ayat tentang putus asa dalam Al qur’an tersebut dalam kitab tafsir.
4. Merumuskan makna putus asa dari dari kamus besar bahasa Indonesia.
5. ayat-ayat tersebut dengan mencari tafsir pada ayat-ayat yang lain atau dari munasabahnya dengan ayat sebelumnya atau sesudahnya. Dalam hal ini disebut tafsir al qur’an bi al qur’an
6. membandingkan ayat-ayat secara keseluruhan dengan jalan menghimpun yang mempunyai pengertian yang sama.
7. menyimpulkan ayat-ayat yang telah di kaji secara detail.
8. mengkaji fenomena keputus asaan yang dialami seseorang yang bersumber dari Koran / internet
9. mencari hubungan keputus asaan yang terjadi dengan psikologi.

I. Sistematika Penelitian
Supaya dalam penulisan skripsi ini sesuai dengan judul yang telah diajukan dan tidak rancu dalam pembahasannya. Maka penulisan skripsi ini akan di tuangkan dalam sistematika pembahasan yang disusun dalam bab-bab sebagai berikut:

BAB I. PENDAHULUAN
Berisi latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, kegunaan penelitian, penegasan istilah, lingkup penelitian, metode penelitian, dan sistematika penelitian.
BAB II. Berisi
Pengertian putus asa, kajian ayat-ayat yang berhubungan dengan putus asa dalam al-qur’an.
BAB III Berisi
Fenomena maraknya keputusasaan manusia.
Penyebab timbulnya putus asa dari aspek psikologis
Rentetan peristiwa yang di akibatkan keputusasaan
BAB IV Dampak dan pengaruh putus asa bagi manusia.
Upaya penanggulangan dan pengurangan keputusasaan yang dialami manusia.
Pemahaman ayat al qur’an yang berkaitan dengan putus asa.
BAB V Penutup dan kesimpulan
DAFTAR PUSTAKA
Departemen agama RI. Al qur’an dan terjemah, Jakarta. 1997
Baidan, Nasrudin. Metodologi penafsiran al qur’an, Yogyakarta:Pustaka pelajar Cet II., 2000.
Al barry Dahlan. Kamus ilmiah popular, Surabaya: arkola
Mas’ud khasan Abdul Qohar. Kamus ilmiah popular, Bintang pelajar.
Departemen pendidikan dan kebudayaan, Kamus besar bahasa Indonesia, Jakarta: Balai pustaka, 1996.
Em zul fajri, Kamus lengkap bahasa Indonesia , yogya: difa publisher, 2006
Abdul jalal. Ulumul qur’an, Surabaya: dunia ilmu, 2000,
Departemen agama Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Tulungagung, Pedoman penyusunan skripsi, (Tulungagung,2005).
Sumadi surya brata, metode penelitian, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1998,
Marzuki, Metode Riset, Yogyakarta: Hanindita offset, 1986,











Definisi keputus asaan
Keputusasaan adalah tangisan rasa sakit manusia disebabkan kematian seorang kekasih, putusnya hubungan percintaan, atau seseorang yang tiba-tiba tertimpa penyakit yang menyebabkan cacat.
Keputusasaan adalah akibat dari hantaman keras kehidupan dan tanggapan emosional terhadap pukulan itu. Rasa sakitnya nyata, namun seseorang akan menemukan kekuatan seiring berjlannya waktu dalam kehidupan ini dan dia tidak membiarkan keputusasaan itu berubah menjadi gaya hidup depresi.
Keputusasaan adalah realisasi dan kesadaran bahwa hidup penuh dengan pengalaman emosional mulai dari rasa senang hingga rasa sakit, mulai tawa hingga air mata, mulai dari kemenangan hingga rasa takut. Saat – saat keputus asaan memeang sukar, namun hal itu benar-benar membantu seseorang untuk menghargai rasa senang dan puncak kehidupan dan kadang-kadang mengguncang seseorang untuk menguji kembali tujuan utama hidupnya.

Selasa, 15 Desember 2009

empat mazhab populer


Mazhab ini terdiri atas 4 (empat) mazhab Mazhab Ahlussunnah populer yang masih utuh sampai sekarang, yaitu sebagai berikut:
1. Mazhab Hanafi
Pemikiran fiqh dari mazhab ini diawali oleh Imam Abu Hanifah. Ia dikenal sebagai imam Ahlurra'yi serta faqih dari Irak yang banyak dikunjungi oleh berbagai ulama di zamannya.
Mazhab Hanafi dikenal banyak menggunakan ra'yu, qiyas, dan istihsan. Dalam memperoleh suatu hukum yang tidak ada dalam nash, kadang-kadang ulama mazhab ini meninggalkan qaidah qiyas dan menggunakan qaidah istihsan. Alasannya, qaidah umum (qiyas) tidak bisa diterapkan dalam menghadapi kasus tertentu. Mereka dapat mendahulukan qiyas apabila suatu hadits mereka nilai sebagai hadits ahad.
Yang menjadi pedoman dalam menetapkan hukum Islam (fiqh) di kalangan Mazhab Hanafi adalah Al-Qur'an, sunnah Nabi SAW, fatwa sahabat, qiyas, istihsan, ijma'i. Sumber asli dan utama yang digunakan adalah Al-Qur'an dan sunnah Nabi SAW, sedangkan yang lainnya merupakan dalil dan metode dalam meng-istinbat-kan hukum Islam dari kedua sumber tersebut.
Tidak ditemukan catatan sejarah yang menunjukkan bahwa Imam Abu Hanifah menulis sebuah buku fiqh. Akan tetapi pendapatnya masih bisa dilacak secara utuh, sebab muridnya berupaya untuk menyebarluaskan prinsipnya, baik secara lisan maupun tulisan. Berbagai pendapat Abu Hanifah telah dibukukan oleh muridnya, antara lain Muhammad bin Hasan asy-Syaibani dengan judul Zahir ar-Riwayah dan an-Nawadir. Buku Zahir ar-Riwayah ini terdiri atas 6 (enam) bagian, yaitu:
• Bagian pertama diberi nama al-Mabsut;
• Bagian kedua al-Jami' al-Kabir;
• Bagian ketiga al-Jami' as-Sagir;
• Bagian keempat as-Siyar al-Kabir;
• Bagian kelima as-Siyar as-Sagir; dan
• Bagian keenam az-Ziyadah.
Keenam bagian ini ditemukan secara utuh dalam kitab al-Kafi yang disusun oleh Abi al-Fadi Muhammad bin Muhammad bin Ahmad al-Maruzi (w. 344 H.). Kemudian pada abad ke-5 H. muncul Imam as-Sarakhsi yang mensyarah al-Kafi tersebut dan diberi judul al-Mabsut. Al-Mabsut inilah yang dianggap sebagai kitab induk dalam Mazhab Hanafi.
Disamping itu, Mazhab Hanafi juga dilestarikan oleh murid Imam Abu Hanifah lainnya, yaitu Imam Abu Yusuf yang dikenal juga sebagai peletak dasar usul fiqh Mazhab Hanafi. Ia antara lain menuliskannya dalam kitabnya al-Kharaj, Ikhtilaf Abu Hanifah wa Ibn Abi Laila, dan kitab-kitab lainnya yang tidak dijumpai lagi saat ini.
Ajaran Imam Abu Hanifah ini juga dilestarikan oleh Zufar bin Hudail bin Qais al-Kufi (110-158 H.) dan Ibnu al-Lulu (w. 204 H). Zufar bin Hudail semula termasuk salah seorang ulama Ahlulhadits. Berkat ajaran yang ditimbanya dari Imam Abu Hanifah langsung, ia kemudian terkenal sebagai salah seorang tokoh fiqh Mazhab Hanafi yang banyak sekali menggunakan qiyas. Sedangkan Ibnu al-Lulu juga salah seorang ulama Mazhab Hanafi yang secara langsung belajar kepada Imam Abu Hanifah, kemudian ke pada Imam Abu Yusuf dan Imam Muhammad bin Hasan asy-Syaibani.
2. Mazhab Maliki.
Pemikiran fiqh mazhab ini diawali oleh Imam Malik. Ia dikenal luas oleh ulama sezamannya sebagai seorang ahli hadits dan fiqh terkemuka serta tokoh Ahlulhadits.
Pemikiran fiqh dan usul fiqh Imam Malik dapat dilihat dalam kitabnya al-Muwaththa' yang disusunnya atas permintaan Khalifah Harun ar-Rasyid dan baru selesai di zaman Khalifah al-Ma'mun. Kitab ini sebenarnya merupakan kitab hadits, tetapi karena disusun dengan sistematika fiqh dan uraian di dalamnya juga mengandung pemikiran fiqh Imam Malik dan metode istinbat-nya, maka buku ini juga disebut oleh ulama hadits dan fiqh belakangan sebagai kitab fiqh. Berkat buku ini, Mazhab Maliki dapat lestari di tangan murid-muridnya sampai sekarang.
Prinsip dasar Mazhab Maliki ditulis oleh para murid Imam Malik berdasarkan berbagai isyarat yang mereka temukan dalam al-Muwaththa'. Dasar Mazhab Maliki adalah Al-Qur'an, Sunnah Nabi SAW, Ijma', Tradisi penduduk Madinah (statusnya sama dengan sunnah menurut mereka), Qiyas, Fatwa Sahabat, al-Maslahah al-Mursalah, 'Urf; Istihsan, Istishab, Sadd az-Zari'ah, dan Syar'u Man Qablana. Pernyataan ini dapat dijumpai dalam kitab al-Furuq yang disusun oleh Imam al-Qarafi (tokoh fiqh Mazhab Maliki). Imam asy-Syatibi menyederhanakan dasar fiqh Mazhab Maliki tersebut dalam empat hal, yaitu Al-Qur' an, sunnah Nabi SAW, ijma', dan rasio. Alasannya adalah karena menurut Imam Malik, fatwa sahabat dan tradisi penduduk Madinah di zamannya adalah bagian dari sunnah Nabi SAW. Yang termasuk rasio adalah al-Maslahah al-Mursalah, Sadd az-Zari'ah, Istihsan, 'Urf; dan Istishab. Menurut para ahli usul fiqh, qiyas jarang sekali digunakan Mazhab Maliki. Bahkan mereka lebih mendahulukan tradisi penduduk Madinah daripada qiyas.
Para murid Imam Malik yang besar andilnya dalam menyebarluaskan Mazhab Maliki diantaranya adalah Abu Abdillah Abdurrahman bin Kasim (w. 191 H.) yang dikenal sebagai murid terdekat Imam Malik dan belajar pada Imam Malik selama 20 tahun, Abu Muhammad Abdullah bin Wahab bin Muslim (w. 197 H.) yang sezaman dengan Imam Malik, dan Asyhab bin Abdul Aziz al-Kaisy (w. 204 H.) serta Abu Muhammad Abdullah bin Abdul Hakam al-Misri (w. 214 H.) dari Mesir. Pengembang mazhab ini pada generasi berikutnya antara lain Muhammad bin Abdillah bin Abdul Hakam (w. 268 H.) dan Muhammad bin Ibrahim al-Iskandari bin Ziyad yang lebih populer dengan nama Ibnu al-Mawwaz (w. 296 H.).
Disamping itu, ada pula murid-murid Imam Malik lainnya yang datang dari Tunis, Irak, Hedjzaz, dan Basra. Disamping itu Mazhab Maliki juga banyak dipelajari oleh mereka yang berasal dari Afrika dan Spanyol, sehingga mazhab ini juga berkembang di dua wilayah tersebut.
3. Mazhab Syafi'i
Pemikiran fiqh mazhab ini diawali oleh Imam asy-Syafi'i. Keunggulan Imam asy-Syafi'i sebagai ulama fiqh, usul fiqh, dan hadits di zamannya diakui sendiri oleh ulama sezamannya.
Sebagai orang yang hidup di zaman meruncingnya pertentangan antara aliran Ahlulhadits dan Ahlurra 'yi, Imam asy-Syafi 'i berupaya untuk mendekatkan pandangan kedua aliran ini. Karenanya, ia belajar kepada Imam Malik sebagai tokoh Ahlulhadits dan Imam Muhammad bin Hasan asy-Syaibani sebagai tokoh Ahlurra'yi.
Prinsip dasar Mazhab Syafi'i dapat dilihat dalam kitab usul fiqh ar-Risalah. Dalam buku ini asy-Syafi'i menjelaskan kerangka dan prinsip mazhabnya serta beberapa contoh merumuskan hukum far'iyyah (yang bersifat cabang). Dalam menetapkan hukum Islam, Imam asy-Syafi'i pertama sekali mencari alasannya dari Al-Qur'an. Jika tidak ditemukan maka ia merujuk kepada sunnah Rasulullah SAW. Apabila dalam kedua sumber hukum Islam itu tidak ditemukan jawabannya, ia melakukan penelitian terhadap ijma' sahabat. Ijma' yang diterima Imam asy-Syafi'i sebagai landasan hukum hanya ijma' para sahabat, bukan ijma' seperti yang dirumuskan ulama usul fiqh, yaitu kesepakatan seluruh mujtahid pada masa tertentu terhadap suatu hukum, karena menurutnya ijma' seperti ini tidak mungkin terjadi. Apabila dalam ijma' tidakjuga ditemukan hukumnya, maka ia menggunakan qiyas, yang dalam ar-Risalah disebutnya sebagai ijtihad. Akan tetapi, pemakaian qiyas bagi Imam asy-Syafi 'i tidak seluas yang digunakan Imam Abu Hanifah, sehingga ia menolak istihsan sebagai salah satu cara meng-istinbat-kan hukum syara'
Penyebarluasan pemikiran Mazhab Syafi'i berbeda dengan Mazhab Hanafi dan Maliki. Diawali melalui kitab usul fiqhnya ar-Risalah dan kitab fiqhnya al-Umm, pokok pikiran dan prinsip dasar Mazhab Syafi 'i ini kemudian disebarluaskan dan dikembangkan oleh para muridnya. Tiga orang murid Imam asy-Syafi 'i yang terkemuka sebagai penyebar luas dan pengembang Mazhab Syafi'i adalah Yusuf bin Yahya al-Buwaiti (w. 231 H./846 M.), ulama besar Mesir; Abi Ibrahim Ismail bin Yahya al-Muzani (w. 264 H./878 M.), yang diakui oleh Imam asy-Syafi 'i sebagai pendukung kuat mazhabnya; dan ar-Rabi bin Sulaiman al-Marawi (w. 270 H.), yang besar jasanya dalam penyebarluasan kedua kitab Imam asy-Syafi 'i tersebut.
4. Mazhab Hanbali
Pemikiran Mazhab Hanbali diawali oleh Imam Ahmad bin Hanbal. Ia terkenal sebagai ulama fiqh dan hadits terkemuka di zamannya dan pernah belajar fiqh Ahlurra'yi kepada Imam Abu Yusuf dan Imam asy-Syafi'i.
Menurut Ibnu Qayyim al-Jauziah, prinsip dasar Mazhab Hanbali adalah sebagai berikut:
1. An-Nusus (jamak dari nash), yaitu Al-Qur'an, Sunnah Nabi SAW, dan Ijma';
2. Fatwa Sahabat;
3. Jika terdapat perbedaan pendapat para sahabat dalam menentukan hukum yang dibahas, maka akan dipilih pendapat yang lebih dekat dengan Al-Qur'an dan sunnah Nabi SAW;
4. Hadits mursal atau hadits daif yang didukung oleh qiyas dan tidak bertentangan dengan ijma'; dan
5. Apabila dalam keempat dalil di atas tidak dijumpai, akan digunakan qiyas. Penggunaan qiyas bagi Imam Ahmad bin Hanbal hanya dalam keadaan yang amat terpaksa. Prinsip dasar Mazhab Hanbali ini dapat dilihat dalam kitab hadits Musnad Ahmad ibn Hanbal. Kemudian dalam perkembangan Mazhab Hanbali pada generasi berikutnya, mazhab ini juga menerima istihsan, sadd az-Zari'ah, 'urf; istishab, dan al-maslahah al-mursalah sebagai dalil dalam menetapkan hukum Islam.
Para pengembang Mazhab Hanbali generasi awal (sesudah Imam Ahmad bin Hanbal) diantaranya adalah al-Asram Abu Bakar Ahmad bin Muhammad bin Hani al-Khurasani al-Bagdadi (w. 273 H.), Ahmad bin Muhammad bin al-Hajjaj al-Masruzi (w. 275 H.), Abu Ishaq Ibrahim al-Harbi (w. 285 H.), dan Abu al-Qasim Umar bin Abi Ali al-Husain al-Khiraqi al-Bagdadi (w. 324 H.). Keempat ulama besar Mazhab Hanbali ini merupakan murid langsung Imam Ahmad bin Hanbal, dan masing-masing menyusun buku fiqh sesuai dengan prinsip dasar Mazhab Hanbali di atas.
Tokoh lain yang berperan dalam menyebarluaskan dan mengembangkan Mazhab Hanbali adalah Ibnu Taimiyah dan Ibnu Qayyim al-Jauziah. Sekalipun kedua ulama ini tidak selamanya setuju dengan pendapat fiqh Imam Ahmad bin Hanbal, mereka dikenal sebagai pengembang dan pembaru Mazhab Hanbali. Disamping itu, jasa Muhammad bin Abdul Wahhab dalam pengembangan dan penyebarluasan Mazhab Hanbali juga sangat besar. Pada zamannya, Mazhab Hanbali menjadi mazhab resmi Kerajaan Arab Saudi.

Pendapat imam syafi'i tentang Al quran

al-Qur’an adalah wahyu Allah, menjadi sumber utama dalam melakukan istinbath hukum. Tidak seorang pun ulama dan umat Islam yang membantahnya.

1.imam syafii
Para ulama' setelah Syafi'i menyebutkan al Kitab sebagai sumber hukum Islam pertama dan sunnah sebagai sumber kedua setelah al kitab, begitu juga sebelum Imam Syafi'i, seperti Imam Abu Hanifah yang menyetujui bahwa dalam pengambilan hukum pertama harus dari al kitab, kemudian kalau tidak diperoleh, baru mengambil dari sunnah. Sama halnya juga dengan Mu'az bin Jabal ketika ditanya oleh nabi: "Dengan apa kamu memutuskan sesuatu?", kemudian jawabnya: "Saya memutuskan sesuatu dengan Kitab Allah. Jika tidak didapati di dalamnya maka dengan sunnah rosulullah, dan jika tidak didapatkan lagi maka saya berijtihad dengan akal.

Syafi'i meletakkan sunnah sejajar dengan al Qur'an dalam hal sebagai hujjah karena sunnah juga berasal dari wahyu. Syafi'i tidak menyamakan al Qur'an dan sunnah dalam segala aspek, menurutnya perbedaannya paling tidak bahwa al Qur'an mutawatir dan merupakan ibadah bagi yang membacanya sedangkan kebanyakan sunnah tidak mutawatir juga membacanya tidak dinilai pahala. Kedua, al Qur'an adalah kalam Allah, sedangkan sunnah adalah perkataan nabi SAW. Syafi'i juga menjelaskan bahwa sunnah tidak semartabat dengan al Qur'an dalam masalah aqidah.

Syafi'i tidak memberikan batasan definitif bagi al Qur'an, berdasarkan berbagai uraiannya, para pengikutnyalah yang memberikan definisi terhadap al Qur'an. Misalnya definisi yang diungkapkan Taj Al Din Al Subki, bahwa al Qur'an adalah lafadz yang diturunkan kepada nabi Muhammad SAW sebagai mu'jizat dan membacanya merupakan ibadah.

Menurut Syafi'i al Qur'an itu maknan dan lafdzon. Seluruh al Qur'an terdiri atas bahasa Arab, tidak satu katapun di dalamnya yang bukan bahasa Arab. Maka sejalan dengan itu ia mengatakan bahwa setiap umat Islam diharuskan mempelajari bahasa Arab sedapat mungkin (Mabalagahu juhduh) sehingga ia dapat mengucapkan syahadat, membaca al Qur'an, dan mengucapkan dzikir. Tuntutan itu merupakan fardhu รข€˜ain yang berlaku secara umum, sedangkan penguasaan bahasa Arab secara mendalam diwajibkan secara terbatas (fardhu kifayah) atas para ulama'. Syafi'i menekankan pentingnya penguasaan bahasa Arab karena tidak mungkin bisa memahami kandungan al Qur'an tanpa penguasaan terhadap bahasa Arab

ramalan sifat


golongan darah O konon mereka dikenal sebagai pemburu dan memiliki karakter yang kuat, berjiwa pemimpin dan percaya diri, dan mempunya persaingan yang kuat.Berpotensi jadi pemimpin besar.Sedangkan profesi yang cocok adalah presiden, polotikus,atau pemimpin yang berkarir gemilang.


Golongan darah B katanya berkarakter kreatif, penyeimbang, dan melihat segala sesuatu dari hal-hal yang detail.Profesi yang cocok katanya pengusaha,seniman, artis, dan kegiatan yang memerlukan bakat kreatif atau menghasilkan karya sesuatu.Katanya juga sih agak pemarah kallau diganggu pada saat dia lagi berkegiatan atau bekerja.Itu merupakan kelemahannya.Tapi kalo dipikir-pikir manusia pasti punya kelemahan kan yah.Satu lagi karena senang keseimbangan dan harmonisasi dia terkesan agak tertutup.Terlihat dari karakter orang Jepang,Cina dan Yahudi yang terkesan Soliter.

Golongan darah A
yang disebut si pengolah Tanah yang memiliki karakter sensitif, perfeksionis,menetap, kooperatif, teratur, rapi, dan teliti Sayang katanya karakter ini tidak berani mengambil resiko, mudah tersinggung dan cepat tersudut bila ketelitian dan keteraturannya terusik.

Nah ini dia si Golongan darah AB yang terkenal dengan misterinya.pribadi yang sangat unik, kompleks, berubah-ubah dan spiritual.Kelemahannya adalah dia tidak perhatian dengan temen dan tidak mau tau akan urusan dan kesulitan orang lain.