andi taufiq beristighfar

Minggu, 25 April 2010

sastra

Kajian Fiksi
1. Hakikat Fiksi
Pengkajian terhadap karya fiksi, berarti penelaah, penyelidikan, atau mengkaji, menelaah, menyelidiki karya fiksi tersebut. Novel merupakan sebuah struktur organisme yang kompleks, unik, dan mengungkapkan segala sesuatu (lebih bersifat) secara tidak langsung. Tujuan utama analisis kesastraan, fiksi, puisi, ataupun yang lain adalah untuk memahami secara lebih baik karya sastra yang bersangkutan, di samping untuk membantu menjelaskan pembaca yang kurang dapat memahami karya itu.

Manfaat yang akan terasa dari kerja analisis itu adalah jika kita (segera) membaca ulang karya-karya kesastraan (novel,cerpen) yang dianalisis itu, baik karya-karya itu dianalisis sendiri maupun orang lain. Namun demikian adanya perbedaan penafsiran dan atau pendapat adalah sesuatu hal yang wajar dan biasa terjadi, dan itu tidak perlu dipersoalkan. Tentu saja masing-masing pendapat itu tak perlu memiliki latar belakang argumentasi yang dapat diterima.

2.Unsur-unsur Fiksi
Karya fiksi merupakan sebuah bangunan cerita yang menampilkan sebuah dunia yang sengaja dikreasiakan pengarang. Sebuah novel merupakan sebuah totalitas, suatu keseluruhan yang bersifat artistik. Sebagai sebuah totalitas, novel mempunyai bagian-bagian, unsur-unsur, yang saling berkaitan satu sama lain yang erat dan saling menguntungkan.

Fakta, Tema, dan Sarana Cerita
Stanton (1965: 11-36) membedakan unsur pembangun sebuah novel ke dalam tiga bagian; fakta, tema, dan sarana pengucapan (sastra).
1. Fakta (facts) dalam sebuah cerita meliputi karakter (tokoh cerita), plot, dan setting merupakan unsur faktual yang dapat dibayangkan peristiwanya, eksistensinya, dalam sebuah novel.
2. Tema adalah sesuatu yang menjadi dasar cerita, yang berkaitan dengan berbagai pengalaman kehidupan seperti masalah cinta, kasih, rindu, takut, maut, religius dll. Tema bersinonim dengan ide atau tujuan utama cerita.
3. Sarana pengucapan sastra, adalah teknik yang digunakan oleh pengarang untuk memilih dan menyusun detil-detil cerita (peristiwa dan kejadian) menjadi pola yang bermakna. Macam sarana sastra antara lain, sudut pandang penceritaan, gaya (bahasa), dan nada, simbolisme, dan ironi.
Cerita dan Wacana
Menurut pandangan strukturalisme unsur fiksi dibagi dua yaitu cerita dan wacana. Cerita merupakan isi dari ekspresi naratif, sedangkan wacana merupakan bentuk dari sesuatu yang diekspresikan (Chatman, 1980:23). Oleh kaum formalis Rusia yaitu membedakannya ke dalam unsur fable (fibula) dan unsure sujet (sjuzet). Fabel merupakan aspek materil (dasar) cerita, keseluruhan cerita yang diungkapkan dalam teks naratif yang disampaikan kepada pembaca. Sujet yang disebut juga plot, adalah urutan cerita yang seperti terlihat dalam teks itu, yang mungkin berupa:

• Urutan kronolagis/normal (urutan dari awal hingga akhir, a-b-c)
• Urutan sorot balik (flash back, c-b-a)
• Urutan in medias res (mulai dari peristiwa/konflik yang menegang, b-a-c)

3. Plot / Alur dalam Karya Fiksi
1. Hakikat Plot dan Pemplotan
Beberapa pengertian menurut para ahli, antara lain:

•Stanton (1965: 14), mengemukakan plot adalah cerita yang berisi urutan kejadian, namun tiap kejadian itu hanya dihubungkan secara sebab akibat, peristiwa yang satu disebabkan atau menyebabkan terjadinya peristiwa lain.
•Kenny (1966: 14), mengemukan plot sebagai peristiwa-peristiwayang ditampilkan dalam cerita yang tidak bersifat sederhana, karena pengarang menyusun peristiwa-peristiwa itu berdasarkan kaitan sebab akibat.
•Forster(1970: 93), plot adalah peristiwa-peristiwa cerita yang mempunyai penekanan pada adanya hubungan kausalitas.

Penampilan peristiwa demi peristiwa yang hanya mendasarkan diri dari urutan waktu saja belum merupakan plot, agar menjadi suatu plot maka peristiwa-peristiwa tadi harus diolah dan disiasati secara kreatif. Sehingga hasil pengolahan dan penyiasatan itu sendiri merupakan sesuatu yang indah dan menarik, khususnya dalam kaitannya dengan karya fiksi yang bersangkutan secara keseluruhan. Sifat plot misterius dan intelektual menampilkan kejadian-kejadian yang mengandung konflik yang mampu menarik atau bahkan mencekam pembaca. Sifat misterius plot tersebut tampaknya tak berbeda kaitannya dengan pengertian suspense, rasa ingin tahu pembaca. Bahwa unsur suspense merupakan suatu hal yang amat penting di dalam plot sebuah karya naratif. Unsur inilah, antara lain yang menjadi pendorong pembaca untuk mau menyelesaikan novel yang dibacanya. Oleh karena itu plot bersifat misterius, untuk memahaminya diperlukan kemampuan intelektul. Tanpa disertai adanya daya intelektual, tak mungkin orang dapat memahami plot cerita dengan baik. Hubungan antarperistiwa, kasus, atau berbagai persoalan yang diungkapkan dalam sebuah karya, belum tentu ditunjukkan secara eksplisit dan langsung oleh pengarang.

2. Peristiwa, Konflik, dan Klimaks
Perisiwa, konflik dan klimaks merupan tiga unsur yang amat esensial dan saling berhubungan.
2.1 Peristiwa
Peristiwa dapat diartikan sebagai peralihan dari suatu keadaan ke keadaan yang lain (Luxemburg,1992: 150). Peristiwa dibagi menjadi 3 tergantung dari mana ia dilihat:

•Peristiwa fungsional adalah peristiwa-peeristiwa yang menentukan dan atau mempengaruhi perkembangan plot. Urutan-urutan peristiwa fungsional merupakan inti cerita sebuah karya fiksi yang bersangkutan.
•Peristiwa kaitan adalah peristiwa-peristiwa yang berfungsi mengkaitkan peristiwa-peristiwa penting dalam pengurutan penyajian cerita.
•Peristiwa acuan adalah peristiwa yang tidak secara langsung berpengaruh dan berhubungan dengan perkembangan plot, melainkan mengacu pada unsur-unsur lain, misalnya berhubungan dengan masalah perwatakan atau suasana yang melingkupi batin tokoh.

2.2 Konflik
Konflik yang notabene adalah kejadian yang tergolong penting, merupakan unsur esensial dalam perkembangan plot. Konflik menyaran pada pengertian sesuatu yang bersifat tidak menyenangkan yang terjadi dan atau dialami oleh tokoh-tokoh cerita. Konflik adalah sesuatu yang dramatik, mengacu pada pertarungan antara dua kekuatan yang seimbang dan menyiratkan adanya aksi dan aksi balasan(Wellek &Warren, 1989:285). Peristiwa dan konflik biasanya bearkaitan erat, dapat saling menyebabkan terjadinya satu dengan yang lain, bahkan konflik pun hakikatnya merupakan peristiwa. Bentuk peristiwa dalam sebuah cerita, dapat berupa peristiwa fisik ataupun batin.
Konflik internal, yaitu:

•konflik fisik adalah sesuatu yang terjadi dengan melibatkan aktivitas fisik, ada interaksi antara seorang tokoh cerita dengan sesuatu yang diluar dirinya.
•koflik batin adalah sesuatu yang terjadi dalam batin, hati, seseorang tokoh.

Konflik eksternal, yaitu:

•konflik fisik/elemental adalah konflik yang disebabkan adanya benturan antara tokoh dengan lingkungan alam.
•konflik sosial adalah konflik yang disebabkan adanya kontak sosial antarmanusia atau masalah yang muncul akibat adanya hubungan antarmanusia.

2.3 Klimaks
Klimaks menurut Stanton (1965: 16), adalah saat konflik telah mencapai tingkat intensitas tertinggi, dan saat (hal) itu merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari kejadiannya. Dalam sebuah karya fiksi kita tamui dan rasakan , ternyata sulit menentukan klimaks. Orang bisa berbeda pendapat dalam menentukan klimaks.

3. Kaidah Pemplotan
Masalah kreativitas, kebaharuan, dan keaslian dapt juga menyangkut masalah pengembangan plot. Pengarang memiliki kebebasan untuk memilih cara untuk mengembangkan plot, membangun konflik, menyiasati penyajian peristiwa, dan sebagainya sesuai dengan selera estetisnya. Dalam usaha pengembangan plot, pengarang juga mamiliki kebebasan kreativitas. Kaidah-kaidah pemplotan yang dimaksud meliputi masalah:

•Plausibilitas. Plausibilitas menyaran pada pengertian suatu hal yang dapat dipercaya sesuai dengan logika cerita.
•Suspense. Suspense menyaran pada perasaan semacam kurang pasti terhadap peristiwa-peristiwa yang akan terjadi, khususnya yang menimpa tokoh yang diberi rasa simpati oleh pembaca(Abrams, 1981: 138). Atau, menyaran pada adanya harapan yang belum pasti pada pembaca terhadap akhir sebuah cerita (Kenny, 1966: 21).
•Surprise. Plot sebuah karya fiksi dikatakan memberi kejutan jika sesuatu dikisahkan atau kejadian-kejadian yang ditampilkan menyimpang, atau bahkan bertentangan dengan harapan kita sebagai pembaca (Abrams, 1981:138).
•Kesatupaduan. Kesatupaduan menyaran pada pengertian bahwa berbagai unsur yang ditampilkan, khususnya peristiwa-peristiwa fungsional, kaitan, dan acuan, yang mengandung konflik, atau seluruh pengalaman kehidupan yang hendak dikomunikasikan, memiliki keterkaitan satu dengan yang lain.

4. Penahapan Plot
Secara teoretis –kronologis tahap-tahap pengembangan, atau lengkapnya: struktur plot dikemukakan sebagai berikut:
a. Tahapan plot: Awal-Tengah-Akhir

•Tahap awal atau tahap perkenalan
•Tahap tengah atau tahap pertikaian, menampilkan pertentangan atau konflik.Tahap akhir atau tahap peleraian: peleraian tertutup dan penyelesaian terbuka.

b. Tahapan plot: Rincian lain
1) Tahap situation: tahap penyituasian, berisi pelukisan dan pengenalan situasi latar atau tokoh-tokoh cerita.
2) Tahap generating circumstances: tahap pemunculan konflik, masalah-masalah dan peristiwa-peristiwa yang menyulut terjadinya konflik mulai dimunculkan.
3) Tahap rising action: tahap peningkatan konflik, konflik yang telah dimunculkan pada tahap sebelumnya semakin berkembang dan dikembangkan kadar intensitasnya.
4) Tahap climax: tahap klimaks, konflik dan atau pertentangan-pertentangan yang terjadi, yang dilakui dan atau ditimpalkan kepada para tokoh cerita mencapai titik intensitas puncak.
5) Tahap denouement: tahap penyelesaian, konflik yang telah mencapai klimaks diberi penyelesaian, ketegangan dikendorkan.

5. Pembedaan Plot
5.1 Pembedaan Plot Berdasarkan Kriteria Urutan Waktu
Ada beberapa macam yaitu:

•Plot lurus/progresif. Jika peristiwa-peristiwa yang dikisahkan bersifat kronologis. A →B→C→D→E
•Plot sorot balik/flash-back. Tidak bersifat kronologis, cerita tidak dimulai dari tahap awal, mungkin dari tahap tengah atau tahap akhir. D1→A→B→C→D2→E
•Alur Campuran E→D1→A→B→C→D2
5.2 Pembedaan Plot Berdasarkan Kriteria Jumlah

•Plot tunggal, hanya mengembangkan sebuah cerita.
•Plot sub-subplot, memiliki lebih dari satu alur cerita.
5.3 Pembedaan Plot Berdasarkan Kriteria Kepadatan

•Plot padat, hubungan antarperistiwa terjalin secara erat, dan pembaca seolah-olah selalu dipaksa untuk terus-menerus mengikutinya.
•Plot longgar, pergantian antara peristiwa penting berlangsung lambat.
5.4 Pembedaan Plot Berdasarkan Kriteria Isi

•Plot peruntungan
•Plot tokohan
•Plot pemikiran.

Latar (setting) dalam Karya Fiksi
1. Pengertian dan Hakikat Latar
Latar atau setting yang disebut sebagai landasan tumpu, menyaran pada pengertian tempat, hubungan waktu, dan lingkungan sosial tempat terjadinya peristiwa-peristiwa yang diceritakan. Latar memberikan pijakan cerita secara konkret dan jelas.

• Latar fisik dan spiritual. Latar fisik adalah berhubungan dengan waktu, tempat. Penunjukan latar fisik dapat dengan bermacam-macam sesuai dengan tergantung kreativitas dan selera pengarang. Latar spiritual adalah nilai-nilai yang melingkupi dan dimiliki oleh latar fisik.
• Latar Netral dan Latar Tipikal. Latar netral adalah latar yang tidak memiliki dan tidak mendeskripsikan sifat khas tertentu yang menonjol yang terdapat dalam sebuah latar, sesuatu yang justru dapat membedakannya dengan latar-latar lain. Latar tipikal adalah memiliki dan menonjolkan sifat khas latar tertentu, baik yang menyangkut unsur tempat, waktu maupun sosial.

Unsur latar yang ditekankan peranannya dalam sebuah novel, langsung atuapun tidak langsung, akan berpengaruh terhadap elemen fiksi yang lain, khusunya alur dn tokoh. Peran latar yang menonjol, atau penekanan unsur latar, dalam sebuah novel mungkin mencakup beberapa unsur dan mungkin hanya satu-dua unsur. Antara latar dengan penokohan mempunyai hubungan yang erat dan bersifat timbal balik. Masalah status sosial juga berpengaruh dalam penokohan. Latar dalam kaitannya dengan hubungan waktu, langsung dan tak langsuang, akan berpengaruh terhadap cerita dan pengaluran.

2. Unsur Latar
Unsur latar dapat dibedakan kedalam tiga unsur pokok, yaitu tempat, waktu, dan sosial. Ketiga unsur itu walau masing-masing menawarkan permasalahan yang berbeda dan dapat dibicarakan secara sendiri, pada kenyataannya saling berkaitan dan saling mempengaruhi satu dengan yang lainnya.
1) Latar Tempat
Latar tempat menyaran pada lokasi terjadinya peristiwa yang diceritakan dalam sebuah karya fiksi. Unsur tempat yang dipergunakan mungkin berupa tempat-tempat dengan nama tertentu, inisial tertentu, mungkin lokasi tertentu tanpa nama jelas.
2) Latar Waktu
Latar waktu berhubungan dengan masalah “kapan” terjadinya peristiwa-peristiwa yang diceritakan dalam sebuah karya fiksi masalah “kapan” tersebut biasanya dihubungkan dengan waktu faktual, waktu yang kaitannya atau dapat dikaitkan dengan peristiwa sejarah.
3) Latar Sosial
Latar sosial menyaran pada hal-hal yang berhubungan dengan perilaku kehidupan sosial masyarakat di suatu tempat yang diceritakan dalam karya fiksi.

Novel dan Cerpen
Novel dan cerita pendek merupakan dua bentuk karya sastra yang juga disebut fiksi. Perbedaan antara novel dan cerpen antara lain dapat dilihat dari segi formalitas bentuk, segi panjang cerita. Menurut Edgar Allan Poe (Jassin, 1961: 72) sastrawan kenamaan Amerika, mengatakan bahwa cerpen adalah sebuah cerita yang dibaca dalam sekali duduk, kira-kira berkisar antara dua-jam (suatu hal yang tidak mungkin dilakukan untuk membaca novel).
Cerpen sendiri walaupun sama-sama pendek mempunyai variasi yaitu:

• cerpen yang pendek (short short story ), bekisar 500-an kata,
• cerpen yang panjangnya ukupan (middle short story), dan
• cerpen yang panjang (long short story), yang terdiri dari puluhan ribu kata.
Novel jauh lebih panjang daripada cerpen, novel dapat mengemukakan sesuatu secara bebas, menyajikan sesuatu yang lebih banyak, lebih rinci, lebih detil, dan lebih banyak melibatakan berbagai permasalahan yang lebih komplek. Kelebihan cerpen yang khas adalah kemampuannya mengemukakan secara lebih banyak, secara implisit dari sekedar yang diceritakan. Unsur-unsur pembangun sebuah novel dan cerpen terdapat perbedaan antara lain:

Cerpen:
1. Pada umumnya plot tunggal, hanya terdiri dari satu peristiwa yang diikuti sampai cerita berakhir
2. Berisi satu tema
3. Jumlah tokoh maupun perwatakannya terbatas
4. Tidak memerlukan detail-detail khusus tentang keadaan latar, hanya melukiskan latar secara garis besar saja atau bahkan hanya secara implisit
5. Pencapaian sifat kepaduan lebih mudah, keutuhan cerita hanya pendek –sependek satu bab dalam novel

Novel:
1. Pada umumnya memiliki lebih dari satu plot, terdiri dari satu plot utama dan sub-subplot.
2. Dapat berisi lebih dari satu tema, yaitu satu tema utama dan tema-tema tambahan
3. Jumlah tokoh lebih banyak dan perwatakannya lebih rinci dan lengkap
4. Melukiskan latar secara lebih rinci sehingga dapat memberikan gambaran yang lebih jelas, konkret, dan pasti
5. Pencapaian sifat kepaduan lebih sulit, keutuhan cerita meliputi keseluruhan bab

Novel Serius dan Novel Popoler
Sebutan novel populer atau novel pop, mulai merebak sesudah suksesnya novel Karmila, dan Cintaku di Kampus Biru pada tahun 70-an. Sesudah itu novel hiburan, tidal peduli mutunya disebut sebagai novel pop. Sastra dan musik populer sebagai kelanjutan dari istilah populer yang sebelumnya telah dikenal di dunia sastra dan musik adalah semacam sastra dan musik yang dikategorikan sebagai sastra dan hiburan komersial.
Novel popular adalah novel yang popular pada masanya dan banyak masalah yang aktual dan selalu menzaman, namun hanya sampai pada tingkat permukaan. Sastra populer adalah perekam kehidupan, dan tidak banyak memperbincangkan kembali kehidupan dalam serba kemungkinan. Sastra popular yang baik banyak mengundang pembaca untuk mengidentifikasikan dirinya (Kayam, 1981: 88). Novel serius justru harus sanggup memberikan yang serba berkemungkinan, membaca novel serius jika ingin kita memahaminya dengan baik, diperlukan daya konsentrasi yang tinggi dan disertai kemauan. Pengalaman dan permasalahan kehidupan yang ditampilkan dalam novel ini disoroti dan diungkapan sampai ke inti hakikat kehidupan yang bersifat universal. Novel serius mempunyai tujuan memberikan pengalaman yang berharga atau paling tidak mengajaknya untuk meresapi dan merenungkan secara lebih sungguh-sungguh tentang permasalahan yang dikemukakan kepada pembaca. Contoh Hamlet, Romeo dan Juliet, Belenggu, Atheis, Jalan Tak Ada Ujung, Mahabarata, dan Ramayana.

Novel popular lebih mudah dibaca dan lebih mudah dinikmati karena ia memang semata-mata menyampaikan cerita (Stanton, 1965: 2). Berhubung novel populer lebih mengejar selera pembaca, komersial, ia takkan menceritakan sesuatu yang bersifat serius sebab hal itu dapat berarti akan berkurangnya jumlah penggemarnya. Novel serius biasanya berusaha mengungkapkan sesuatu yang baru dengan cera pengucapan yang baru pula. Oleh karena itu, dalam novel serius tidak akan terjadi sesuatu yang bersifat stereotip, atau paling tidak, pengarang berusaha untuk menghindarinya. Novel serius menuntut aktivitas pembaca untuk mengoprasikan daya intelaktualnya. Pembaca dituntut untuk ikut merekonstruksikan duduk persoalan masalah dan hubungan antartokoh. Novel serius juga tidak bersifat mengabdi kepada pembaca, dan memang pembaca novel jenis ini tidak (mungkin) banyak

Minggu, 28 Maret 2010

skripsi q


mungkin kah????



kalo cowok ganteng berbuat jahat
cewek-cewek bilang: nobody's perfect
kalo cowok jelek berbuat jahat
cewek-cewek bilang: pantes...tampangnya kriminal

kalo cowok ganteng nolongin cewek yang diganggu preman
cewek-cewek bilang: wuih jantan...kayak di filem-filem
kalo cowok jelek nolongin cewek yang diganggu preman
cewek-cewek bilang: pasti premannya temennya dia...

Kalo cowok ganteng pendiam
cewek-cewek bilang: woow, cool banget...
kalo cowok jelek pendiam
cewek-cewek bilang: ih kuper...

kalo cowok ganteng jomblo
cewek-cewek bilang: pasti dia perfeksionis
kalo cowok jelek jomblo
cewek-cewek bilang: sudah jelas...kagak laku...

kalo cowok ganteng dapet cewek cantik
cewek-cewek bilang: klop...serasi banget...
kalo cowok jelek dapet cewek cantik
cewek-cewek bilang: pasti main dukun...

kalo cowok ganteng diputusin cewek
cewek- cewek bilang: jangan sedih, khan masih ada aku...
kalo cowok jelek diputusin cewek
cewek-cewek bilang:...(terdiam, tapi telunjuknya meliuk-liuk dari atas
ke bawah, liat dulu dong bentuknya)...

kalo cowok ganteng ngaku indo
cewek-cewek bilang: emang mirip-mirip bule sih...
kalo cowok jelek ngaku indo
cewek-cewek bilang: pasti ibunya Jawa bapaknya robot...

kalo cowok ganteng penyayang binatang
cewek-cewek bilang: perasaannya halus...penuh cinta kasih
kalo cowok jelek penyayang binatang
cewek-cewek bilang: sesama keluarga emang harus menyayangi...

kalo cowok ganteng bawa BMW
cewek-cewek bilang: matching...keren luar dalem
kalo cowok jelek bawa BMW
cewek-cewek bilang: mas majikannya mana?...

kalo cowok ganteng males difoto
cewek-cewek bilang: pasti takut fotonya kesebar-sebar
kalo cowok jelek males difoto
cewek-cewek bilang: nggak tega ngeliat hasil cetakannya ya?...

kalo cowok ganteng naek motor gede
cewek-cewek bilang: wah kayak lorenzo lamos ...bikin lemas...
kalo cowok jelek naek motor gede
cewek-cewek bilang: awas!! mandragade lewat...

kalo cowok ganteng nuangin air ke gelas cewek
cewek-cewek bilang: ini baru cowok gentlemen
kalo cowok jelek nuangin air ke gelas cewek
cewek-cewek bilang: naluri pembantu, emang gitu...

kalo cowok ganteng bersedih hati
cewek-cewek bilang: let me be your shoulder to cry on
kalo cowok jelek bersedih hati
cewek-cewek bilang: cengeng amat!!...laki-laki bukan sih?

Kalo cowok ganteng baca tulisan ini
pasti langsung ngaca sambil senyum-senyum kecil, lalu berkata "life is
beautifull"
kalo cowok jelek yang baca tulisan ini, Frustasi, ngambil tali jemuran,
trus teriak sekeras-kerasnya
"HIDUP INI KEJAAAAMMM....!!!"


Kalo Cowok....
2006.03.24 ; 02.13 pm

mungkin kah????

kalo cowok ganteng berbuat jahat
cewek-cewek bilang: nobody's perfect
kalo cowok jelek berbuat jahat
cewek-cewek bilang: pantes...tampangnya kriminal

kalo cowok ganteng nolongin cewek yang diganggu preman
cewek-cewek bilang: wuih jantan...kayak di filem-filem
kalo cowok jelek nolongin cewek yang diganggu preman
cewek-cewek bilang: pasti premannya temennya dia...

Kalo cowok ganteng pendiam
cewek-cewek bilang: woow, cool banget...
kalo cowok jelek pendiam
cewek-cewek bilang: ih kuper...

kalo cowok ganteng jomblo
cewek-cewek bilang: pasti dia perfeksionis
kalo cowok jelek jomblo
cewek-cewek bilang: sudah jelas...kagak laku...

kalo cowok ganteng dapet cewek cantik
cewek-cewek bilang: klop...serasi banget...
kalo cowok jelek dapet cewek cantik
cewek-cewek bilang: pasti main dukun...

kalo cowok ganteng diputusin cewek
cewek- cewek bilang: jangan sedih, khan masih ada aku...
kalo cowok jelek diputusin cewek
cewek-cewek bilang:...(terdiam, tapi telunjuknya meliuk-liuk dari atas
ke bawah, liat dulu dong bentuknya)...

kalo cowok ganteng ngaku indo
cewek-cewek bilang: emang mirip-mirip bule sih...
kalo cowok jelek ngaku indo
cewek-cewek bilang: pasti ibunya Jawa bapaknya robot...

kalo cowok ganteng penyayang binatang
cewek-cewek bilang: perasaannya halus...penuh cinta kasih
kalo cowok jelek penyayang binatang
cewek-cewek bilang: sesama keluarga emang harus menyayangi...

kalo cowok ganteng bawa BMW
cewek-cewek bilang: matching...keren luar dalem
kalo cowok jelek bawa BMW
cewek-cewek bilang: mas majikannya mana?...

kalo cowok ganteng males difoto
cewek-cewek bilang: pasti takut fotonya kesebar-sebar
kalo cowok jelek males difoto
cewek-cewek bilang: nggak tega ngeliat hasil cetakannya ya?...

kalo cowok ganteng naek motor gede
cewek-cewek bilang: wah kayak lorenzo lamos ...bikin lemas...
kalo cowok jelek naek motor gede
cewek-cewek bilang: awas!! mandragade lewat...

kalo cowok ganteng nuangin air ke gelas cewek
cewek-cewek bilang: ini baru cowok gentlemen
kalo cowok jelek nuangin air ke gelas cewek
cewek-cewek bilang: naluri pembantu, emang gitu...

kalo cowok ganteng bersedih hati
cewek-cewek bilang: let me be your shoulder to cry on
kalo cowok jelek bersedih hati
cewek-cewek bilang: cengeng amat!!...laki-laki bukan sih?

Kalo cowok ganteng baca tulisan ini
pasti langsung ngaca sambil senyum-senyum kecil, lalu berkata "life is
beautifull"
kalo cowok jelek yang baca tulisan ini, Frustasi, ngambil tali jemuran,
trus teriak sekeras-kerasnya
"HIDUP INI KEJAAAAMMM....!!!"


Kalo Cowok....
2006.03.24 ; 02.13 pm

mungkin kah????

NYENEH...

kalo cowok ganteng berbuat jahat
cewek-cewek bilang: nobody's perfect
kalo cowok jelek berbuat jahat
cewek-cewek bilang: pantes...tampangnya kriminal

kalo cowok ganteng nolongin cewek yang diganggu preman
cewek-cewek bilang: wuih jantan...kayak di filem-filem
kalo cowok jelek nolongin cewek yang diganggu preman
cewek-cewek bilang: pasti premannya temennya dia...

Kalo cowok ganteng pendiam
cewek-cewek bilang: woow, cool banget...
kalo cowok jelek pendiam
cewek-cewek bilang: ih kuper...

kalo cowok ganteng jomblo
cewek-cewek bilang: pasti dia perfeksionis
kalo cowok jelek jomblo
cewek-cewek bilang: sudah jelas...kagak laku...

kalo cowok ganteng dapet cewek cantik
cewek-cewek bilang: klop...serasi banget...
kalo cowok jelek dapet cewek cantik
cewek-cewek bilang: pasti main dukun...

kalo cowok ganteng diputusin cewek
cewek- cewek bilang: jangan sedih, khan masih ada aku...
kalo cowok jelek diputusin cewek
cewek-cewek bilang:...(terdiam, tapi telunjuknya meliuk-liuk dari atas
ke bawah, liat dulu dong bentuknya)...

kalo cowok ganteng ngaku indo
cewek-cewek bilang: emang mirip-mirip bule sih...
kalo cowok jelek ngaku indo
cewek-cewek bilang: pasti ibunya Jawa bapaknya robot...

kalo cowok ganteng penyayang binatang
cewek-cewek bilang: perasaannya halus...penuh cinta kasih
kalo cowok jelek penyayang binatang
cewek-cewek bilang: sesama keluarga emang harus menyayangi...

kalo cowok ganteng bawa BMW
cewek-cewek bilang: matching...keren luar dalem
kalo cowok jelek bawa BMW
cewek-cewek bilang: mas majikannya mana?...

kalo cowok ganteng males difoto
cewek-cewek bilang: pasti takut fotonya kesebar-sebar
kalo cowok jelek males difoto
cewek-cewek bilang: nggak tega ngeliat hasil cetakannya ya?...

kalo cowok ganteng naek motor gede
cewek-cewek bilang: wah kayak lorenzo lamos ...bikin lemas...
kalo cowok jelek naek motor gede
cewek-cewek bilang: awas!! mandragade lewat...

kalo cowok ganteng nuangin air ke gelas cewek
cewek-cewek bilang: ini baru cowok gentlemen
kalo cowok jelek nuangin air ke gelas cewek
cewek-cewek bilang: naluri pembantu, emang gitu...

kalo cowok ganteng bersedih hati
cewek-cewek bilang: let me be your shoulder to cry on
kalo cowok jelek bersedih hati
cewek-cewek bilang: cengeng amat!!...laki-laki bukan sih?

Kalo cowok ganteng baca tulisan ini
pasti langsung ngaca sambil senyum-senyum kecil, lalu berkata "life is
beautifull"
kalo cowok jelek yang baca tulisan ini, Frustasi, ngambil tali jemuran,
trus teriak sekeras-kerasnya
"HIDUP INI KEJAAAAMMM....!!!"

Kalo Cowok....

2006.03.24 ; 02.13 pm

Selasa, 09 Maret 2010

PUISI

Kembali Insyaf

Engkau terlahir tanpa daya
Tertatih dan merangkak
Beriring mimpi
Menciptakan imaji
Segenggam asa terlukiskan
syahdunya doa teralunkan

kini perubahan terjadi
dunia terterangi
menghiasi langit sepi
tapi engkau lupa diri
bahwa dirimu kan kembali

saat menorehkan cinta
kau pilih sayup kata paling bunga
hingga....
berarak kupu-kupu merindu
tapi kaupun meracuni madu
melukai sucinya syahdu

engkau dari tanah
merendah setanah tanah
luruskan bersama ketulusan
memahahat daya dengan ukiran
mengadah penuh keihlasan
melewati gurun-gurun gersang
Tuhan kan memberi jalan dan ampunan



Writren BY : Andi yang kepingin banget jadi Novelis.

#########################################





Sayangku
Bersamamu


Ketika ku goreskan kenangan ini
Selembar kisah teruraikan
Membentang antara kau dan aku
Ketika ku nyanyikan puisi ini
Seberkas melodi petir menyambarku
Menjitak hatiku yang sendu

Dan kisah kita kau-abadikan
Cinta kita kau lestarikan
Dalam kata dengan tinta
Atas kertas penuh nuansa

Sahabat,
Sayangku,
Bersamamu....


31 Agustus 08. from Atiex
murid kelas 6 SDN 1 Nglurup Sendang Tulungagung.
Thanks bngt atas sovenir dan hadiah Puisinya...
kecil2 udah nulis puisi cinta.

Minggu, 14 Februari 2010

RPP

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1


Mata Pelajaran : IPA
Kelas/Semester : VI/II
Pertemuan ke : ……
Alokasi Waktu : 6 x 35 menit (3 x pertemuan)
Standar Kompetensi : 7. Mempraktekkan pola penggunaan dan perpindahan energi.
Kompetensi Dasar : 7.1 Melakukan percobaan untuk menyelidiki hubung antara gaya dan gerak (jungkat jungkit,ketapel /model traktor sederhana energi pegas)
Indikator : 1 Menentukan hubungan antara beban, jarak dan gerak pada jungkat jungkit.
2. Menentukan hubungan antara gaya pegas dengan gerak benda
3. Menentukan hubungan antara gaya gesek dan gerak benda.

I. Tujuan Pembelajaran :
1. Siswa dapat menentukan hubungan antara beban, jarak dan gerak pada jungkat-jungkit.
2. Siswa dapat menentukan hubungan antara gaya pegas dg gerak benda.
3. Siswa dapat menetukan hubungan antara gaya gesek dengan gerak benda.

II. Materi Pokok Pembelajaran :
Hubungan antara gaya dan gerak.

III. Metode Pembelajaran :
Diskusi, tanya jawab, eksperimen.

IV. Langkah-langkah Pembelajaran :
Pertemuan I
Kegiatan awal :
- Tanya jawab tentang gaya pegas

Kegiatan Inti :
- Membuat percobaan tentang tentang gaya gerak, gaya pegas dengan menggunakan jungkat-jungkit dan ketapel
- Mencatat hasil percobaan
- Melaporkan hasil percobaan
- Menarik kesimpulan
- Membuat pajangan

Kegiatan akhir :
- Memajangkan hasil

Pertemuan II
Kegiatan awal :
- Tanya jawab materi yanag lalu

Kegiatan Inti :
- Mendiskusikan hubungan gaya dengan gerak suatu benda
- Mencatat hasil diskusi
- Melaporkan hasil diskusi dan tanggapan
- Menarik kesimpulan
- Mengerjakan LKS

Kegiatan akhir :
- Memajangkan hasil

Pertemuan III
Kegiatan awal :
- Tanya jawab tentang gaya pegas

Kegiatan Inti :
- Mendiskusikan hubungan gaya dengan gerak suatu benda
- Mencatat hasil diskusi
- Melaporkan hasil diskusi dan tanggapan
- Menarik kesimpulan
- Mengerjakan LKS




Kegiatan akhir :
- Mengerjakan tes



V. Alat/bahan, Sumber bahan :
- Timbangan, ketapel, anak panah dan busurnya.
- Buku IPA Paket hal..
- Buku IPA Erlangga hal …
- Pengalaman Guru.

VI. Penilaian :
1. Tes Kinerja :
Perhatikan benda-benda yang telah disiapkan, diskusikan dengan temanmu dan lakukan percobaan dari benda-benda tersebut. Catatlah hasilnya .

2. Tes tertulis :
1). Sebutkan 3 macam alat yang menggunakan gaya pegas !
2) Gaya apa yang terjadi ketika seorang sedang mendorong gerobak ?
3). Apa nama alat yang digunakan untuk mengukur gaya ?
4). Alat apa saja yang azaz kerjanya menggunakan prinsip jungkat jungkit ?













Mengetahui
Kepala Sekolah Guru Kelas



( ………………………..) (…………………………….)





























RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 2

Mata Pelajaran : IPA
Kelas / Semester : VI / II
Pertemuan ke : …………..
Alokasi waktu : 8 x 35 menit ( 4 x pertemuan )
Standar kompetensi : 7. Mempraktekkan pola penggunaan dan perpindahan energi
Kompetensi Dasar : 7.2 menyajikan informasi tentang perpindahan dan perubahan energi listrik
Indikator : 1 Menjelaskan cara perpindahan energi listrik
2 Mendiskripsikan perubahan energi listrik menjadi energi lain.

I. Tujuan Pembelajaran :
1. Siswa dapat menjelaskan cara perpindahan energi listrik.
2. Siswa dapat membuktikan perubahan energi listrik menjadi energi lain

II. Materi Ajar : Perpindahan dan perubahan energi listrik.

III. Metode Pembelajaran : Diskusi, tanya jawab, demontrasi, pemberian tugas.

IV. Langkah-langkah pembelajaran :
Pertemuan I
Kegiatan awal :
- Tanya jawab secara singkat energi listrik

Kegiatan inti :
- Menjelaskan materi sumber energi listrik.
- Berdiskusi sumber energi listrik dan perpindahan energi l;istrik
- Mencatat hasil diskusi
- Melaporkan hasil diteruskan pembahasan bersama.
- Menarik kesimpulan
- Mengerjakan LKS

Kegiatan akhir :
- Mengerjakan latihan
- Memajangkan LKS
Pertemuan II
Kegiatan awal :
- Mengulang materi yang lalu

Kegiatan inti :
- Mengamati macam-macam alat listrik yang disedikan
- Berdiskusi materi perpindahan energi listrik yang adalam kehidupan sehari-hari
- Mencatat hasil diskusi
- Melaporkan hasil
- Pembahasan bersama.
- Menarik kesimpulan
- Mengerjakan LKS

Kegiatan akhir :
- Memajangkan LKS

Pertemuan III
Kegiatan awal :
- Tanya jawab secara singkat perubahan energi listri menjadi bentuk lain

Kegiatan inti :
- Berdiskusi sumber energi listrik dan perpindahan energi listrik menjadi bentuk lain
- Mencatat hasil diskusi
- Melaporkan hasil
- Pembahasan bersama.
- Menarik kesimpulan
- Mengerjakan LKS

Kegiatan akhir :
- Memajangkan LKS




Pertemuan IV
Kegiatan awal :
- Tanya jawab secara singkat perubahan energi listri menjadi bentuk lain


Kegiatan inti :
- Berdiskusi sumber energi listrik dan perpindahan energi listrik menjadi gerak dan sebaliknya
- Menyebutkan beberapa alat listrik karena perubahan enegilistrik menjadi gerak dan sebaliknya
- Melaporkan hasil
- pembahasan bersama.
- Menarik kesimpulan
- Mengerjakan LKS

Kegiatan akhir :
- Mengerjakan tes
- Memajangkan LKS


V. Alat/bahan,Sumber belajar :
- Kipas angin, radio, lampu senter, penggaris mika, sobekan-sobekan kertas.
- Buku IPA kls VI Paket hal …….
- Buku IPA Regina VI hal. 72-73
- Pengalaman guru.

VI. Penilaian :
Tes Kinerja :
Disediakan kipas angin, radio, lampu senter, dll. Amati dan praktekkan perpindahan energi listrik menjadi bentuk lain dengan benda-benda tersebut !
Tulislah hasil pengamatanmu !

Tes Tertulis :
Jawablah pertanyaan pertanyaan dibawah ini !
1. Apa yang terjadi pada penggaris mika yang digosok-gosokkan pada kain wol jika didekatkan dengan sobekan-sobekan kertas ?
2. Terjadi perubahan apa pada kipas angin yang dihidupkan ?
3. Energi listrik dapat berubah menjadi energi apa saja ? sebut kan !







Mengetahui :
Kepala Sekolah Guru kelas





……………….. ……………………



















RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 3


Mata Pelajaran : IPA
Kelas/Semester : VI/II
Pertemuan ke : …….
Alokasi waktu : 6 X 35 menit ( 3 X pertemuan )
Standar Kompetnsi : 8. Memahami pentingnya penghematan energi listrik
Kompetensi Dasar : 8.1 Mengidentifikasi kegunaan energi listrik dan ber
Partisipasi dalam penghemattannya dalam kehidupan sehari-hari.
Indikator :
1. Menyebutkan nama-nama alat listrik dalam kehidupan sehari-hari.
2. Menjelaskan kegunaan listrik dalam kehidupan sehari-hari.
3. Menentukan besar energi listrik yang digunakan alat-alat listrik.
4. Menghitung biaya listrik yang digunakan oleh alat-alat listrik
5. Menjelaskan cara menghemat energi listrik

I. Tujuan Pembelajaran :
1. Siswa dapat menyebutkan alat-alat listrik dalam kehidupan sehari-hari.
2. Siswa dapat menjelaskan kegunaan listrik dalam kehidupan sehari-hari.
3. Siswa dapat menentukan besar energi listrik yang digunakan alat-alat listrik
4. Siswa dapat menghitung biaya listrik yang digunakan oleh alat0alat listrik
5. Siswa dapat menjelaskan cara menghemat energi listrik.

II. Bahan Ajar :
- Kegunaan energi listrik dan penghematannya.

III. Metode pembelajaran :
- Diskusi, tanya jawab, demontrasi, pemberian tugas.

IV. Langkah-langkah pembelajaran :
Pertemuan I.
Kegiatan awal.
- Tanya jawab tentang listrik

Kegiatan inti :
- Mendiskusikan tentang alat-alat yang dipakai di rumah tangga
- Mencatat hasil diskusi
- Laporan hasil diskusi, diteruskan pembahasan.
- Menarik kesimpulan

Kegiatan akhir.
- Tugas rumah

Pertemuan II.
Kegiatan awal.
- Penjelasan singkat materi yang lalu

Kegiatan inti.
- Mendemontrasikan alat-alat elektrik dalam kehidupan sehari-hari.
- Mendiskusikan alay-alat elektronik yang telah didemontrasikan.
- Melaporkan hasil diskusi, diteruskan pembahasan.
- Menarik kesimpulan

Kegiatan Akhir :
- Latihan dan tugas


Pertemuan III.
Kegiatan Awal.
- Tanya jawab tentang alat-alat listrik.

Kegiatan Inti.
- Penjelasan singkat tentang besar energi listrik, biaya dan cara menghemat energi listrik.
- Berdiskusi tentang besar energi listrik, biaya dan cara menghemat energi listrik
- Melaporkan kode diteruskan pembahasan bersama.
- Menarik kesimpulan
- Mengerkan LKS

Kegiatan Akhir.
- Mengerjakan tes

V. Alat/bahan, sumber belajar.
Alat/bahan :
- Lampu listrik
- Radio
- Kipas Angin
- Dll

Sumber bahan
- Buku Paket hal. ………
- Buku IPA Regina hal. 73 – 74

VI. Penilaian.
Pertemuan I.
Tes Kinerja.
Dirumahmu tentunya banyak alat-alat elektronik yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari, sebutkan alat-alat tersebut dan apa gunanya.

No Nama alat Elektronik Gunanya
1
2
3

Pertemuan II
Tes Tulis.
Jawablah pertanyaan di bawah ini !
1. Apakah contoh perubahan energi listrik menjadi energi gerak ?
2. Untuk apa sajakah kegunaan energi listrik dalam kehidupan sehari-hari ?
3. Bagaimana cara menghemat energi listrik ?

Pertemuan III.
Tes Produk.
Lampu 20 wat 2 buah, 10 wat 4 buah 5 wat 4 buah tiap hari dinyalakan mulai pukul 18.00 s/d 05.00.
- Berapakah besarnya energi listrik setiap bulan (30 hari)
- Jika tiap m harganya Rp. 495,-
Berapak besar biaya yang harus dibayar pada bulan tersebut ?




















Mengetahui
Kepala Sekolah Guru Kelas


……………….. ……………………








RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 4

Mata Pelajaran : IPA
Kelas/Semester : VI/II
Pertemuan ke : …..
Alokasi Waktu : 8 x 35 menit ( 4 x pertemuan)
Standar Kompetensi : 8. Memahami pentingnya penghematan energi listrik.
Kompetensi Dasar : 8.2 Membuat suatu karya/model yang menggunakan Energi listrik (Bel listrik/alrm/model lampu lalu lintas/kapal terbang/mobil-mobilan/model penerangan rumah)
Indikator : 1. Merancang model lampu lalu lintas
2. Membuat model lampu lalu lintas
3. Menguji coba model lampu lalu lintas
I. Tujuan Pembelajaran :
1. Siswa dapat merancang model lampu lalu lintas
2. Siswa dapat membuat model lampu lalu lintas
3. Siswa dapat menguji coba model lampu lalu lintas yang telah dibuat.

II. Materi Ajar :
- Membuat model lampu lalu lintas

III. Metode pembelajaran :
- Diskusi, tanya jawab, eksperimen, demontrasi

IV. Langkah-langkah pembelajaran :

Pertemuan I.
- Mengamati gambar lampu lalu lintas

Kegiatan Inti :
- Mendiskusikan rangkaian listrik yang diperlukan untuk membuat lampu lalu lintas.
- Melaporkan hasil diskusi, diteruskan pembahasan
- Tanggapan dan menarik kesimpulan

Kegiatan akhir.
- Pemberian tugas untuk kegiatan berikutnya.

Pertemuan II
Kegiatan awal.
- Menyiapkan alat-alat yang diperlukan.

Kegiatan inti.
- Penjelasan singkat cara merankai model lampu listrik
- Praktek membuat model lampu lalu lintas
- Menguji coba model lampu lalu lintas yang telah dibuatnya.

Kegiatan akhir.
- Pekerjaan rumah

Pertemuan III.
- Mengamati gambar rangkaian bel listrk

Kegiatan Inti :
- Mendiskusikan rangkaian listrik yang diperlukan untuk membuat bel listrik.
- Melaporkan hasil diskusi, diteruskan pembahasan
- Tanggapan dan menarik kesimpulan

Kegiatan akhir.
- Pemberian tugas untuk kegiatan berikutnya.

Pertemuan IV
Kegiatan awal.
- Menyiapkan alat-alat yang diperlukan.

Kegiatan inti.
- Penjelasan singkat cara merangkai membuat rankaian bel listrik
- Praktek membuat model bel listrik
- Menguji coba model bel listrik yang telah dibuatnya.

Kegiatan akhir.
- Tugas di rumah

V. Alat dan sumber bahan.
Alat : 1. Lampu 1,5 V 3 buah 5 paku payung
2. Paku 6 klip
3. Spidol warna Merah, Hijau, Kuning 7 kabel 7 buah
4. Baterai 1,5 V 2 buah 8 saklar

Buku sumber.
1. IPA Paket hal ……….
2. Saint Regina hal : 91



VI. Penilaian :
Pertemuan II
Tes Produk.
Disediakan 3 lampu 1,5 V, paku, baterai 3, Saklar, Kabel, tempat baterai, viting dll.
Buatlah model lampu lalu lintas dari alat-alat tersebut diatas !

Pertemuan IV.
Tes pruduk
Sediakan 2 buah baterai, kabel, saklar, kumparan !
Buat model rangkaian bel listrik !














Mengetahui
Kepala Sekolah Guru kelas


………………………… …………………………

























RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 5

Mata Pelajaran : IPA
Kelas/Semester : VI / II
Pertemuan ke : …….
Alokasi waktu : 6 x 35 menit (3 x pertemuan)
Standar Kompetensi : 9.1 Mendiskripsikan sistem tata surya dan posisi penyusunan tata surya.
Kompetensi Dasar : 1. Menjelaskan pengertian tata surya
2. Mengurutkan nama-nama Planet dalam tata surya
3. Menjelaskan sifat-sifat Planet/ Satelit dalam tat surya.

I. Tujuan Pembelajarn:
1. Siswa dapat menjelaskan pengertian tata surya
2. Siswa dapat menyebutkan nama-nama Planet secara urut dalam tata surya
3. Siswa dapat menjelaskan sifat-sifat Planet dalam tata surya
4. Siswa dapat mendemontrasikan sistem peredaran Planet dengan solar sistem.

II. Materi Pembelajaran:
- Sistem Tata Surya.

III. Metode Pembelajaran :
- Diskusi, demontrasi, tanya jawab.

IV. Langkah-langkah pembelajaran :
Pertemuan I.
Kegiatan awal.
- Tanya jawab tentang tata surya

Kegiatan Inti.
- Mengamati model gambar tata surya
- Mendiskusikan susunan tata surya
- Melaporkan hasil diskusi
- Tanggapan hasil diskusi
- Menyimpulkan hasil diskusi

Kegiatan Akhir.
- Latihan dan tugas rumah.

Pertemuan II.
Kegiatan awal.
- Tanya jawab singkat materi yang lalu

Kegiatan Inti.
- Penjelasan singkat tentang Planet Bumi.
- Menjelaskan system rotasi dan revolusi bumi
- Mencatat hasil
- Laporan diteruskan pembahasan.
- Menarik kesimpulan
- Penugasan membuat kliping tentang tata surya.

Kegiatan Akhir.
- Memajangkan hasil

Pertemuan III.
Kegiatan awal.
- Tanya jawab tentang tata surya

Kegiatan Inti.
- Mengamati gambar tata surya
- Mendiskusikan susunan tata surya , satelit, komet, dan rasi bintang
- Melaporkan hasil diskusi
- Tanggapan hasil diskusi
- Menyimpulkan hasil diskusi

Kegiatan Akhir.
- Latihan dan tugas rumah.




V. Alat dan sumber bahan :
- Gambar tatasurya
- Buku Paket hal …
- Bahan Sain Regina hal : 95

VI. Penilaian :
Pertemuan I.
Tes Kinerja
Setelah kamu mempraktekkan penjelasan dari gurumu, dan berdiskusi tentang tata surya tentunya kalian sudah mengetahui Planet-planet dalam tata surya kita. Oleh karena itu isilah titik-titik dalam tabel dibawah ini !





No Nama Planet Jarak dari Matahari Periode Rotasi Periode Revolusi
1
2
3
4
5
6
7
8
9

Pertemuan II.
Tes Tertulis :
Jawablah pertanyaan dibawah ini !
1. Apakah yang dimaksud dengan tata surya ?
2. Planet apakah yang terbesar dalam tata surya ?
3. Sebutkan urutan nama-nama Planet ?
4. Planet Venus disebut juga bintang apa ?
5. Planet apa yang etrjauh dari matahari ?


Pertemuan III
Tugas Rumah
Buatlah gambar tata surya lengkap dengan bagian-bagiannya !








Mengetahui
Kepala Sekolah Guru Kelas





….………………….. ……………………….














RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 6

Mata Pelajaran : IPA
Kelas/Semester : VI / II
Pertemuan ke : …….
Alokasi waktu : 2 x 35 menit (21 x pertemuan)
Standar Kompetensi : 9. Memahami matahari sebagai pusat tata surya dan interaksi bumi dalam tata surya
Kompetensi Dasar : 9.2. Mendiskripsikan peristiwa rotasi bumi, revolusi bumi dan revolusi bualn.
Indikator : 1. Menjelaskan rotasi bumi dan akibatnya
2. Menjelaskan Revolusi bumi dan akibatnya
3. Mendemontrasikan rotasi bulan dan revolusi bulan mengelilingi matahari
4. Mendemontrasikan rotasi bumi dan revolusi bumi terhadap matahari.
5. Mendemontrasikan rotasi bulan dan revolusi bulan terhadap bumi, sekaligus rotasi bumi dan revolusi bumi terhadap matahari

I. Tujuan Pembelajaran:
1. Siswa dapat menjelaskan rotasi bumi dan akibatnya.
2. Siswa dapat menjelaskan revolusi bumi dan akibatnya.
3. Siswa dapat mendemontrasikan rotasi bulan dan revolusi bulan dalam mengelilingi bumi.
4. Mendemontrasikan rotasi bumi dan revolusi bumi terhadap matahari.
5.
II. Materi Pembelajaran :
- Peristiwa rotasi dan revolusi bumi dan bulan.

III. Metode Pembelajaran :
- Diskusi, demontrasi, tanya jawab

IV. Langkah-langkah Pembelajaran :
Pertemuan I.
Kegiatan awal.
- Tanya jawab bentuk tiruan bumi

Kegiatan Inti :
- Siswa mengamati arah gerakan rotasi bumi
- Siswa bergantian mendemontrasikan rotasi bumi dengan menggunakan globe
- Berdiskusi akhibat terjadinya rotasi bumi dan kala rotasi nya
- Laporan hasil diskusi
- Tanggapan hasil diskusi
- Menarik kesimpulan
.
Kegiatan akhir.
- Latihan dan tanya jawab.

Pertemuan II.
Kegiatan awal :
- Menyiapkan peraga solar system

Kegiatan Inti :
- Mengamati dan mendemontrasikan rotasi bumi dan revolusi bumi terhadap matahari.
- Mendemontrasikan bumi dan revolusi bumi terhadap matahari.
- Mendiskusikan hasil pengamatan
- Melaporkan hasil diskusi diteruskan pembahasan dan kesimpulan.

Kegiatan akhir :
- Memberi tugas rumah.

Pertemuan III.
Kegiatan awal.
- Mengamati gerakan bulan

Kegiatan Inti :
- Mendemontrasikan gerakan rotasi bulan
- Mengamati gerakan rotasi bulan
- Mencatan hasil pengamatan
- Melaporkan hasil pengamatan, diteruskan pembahasan.
- Menarik kesimpulan.
- Mengerjakan LKS


Kegiatan akhir.
- Tes produk

Pertemuan IV.
Kegiatan awal :
- Menyiapkan peraga solar system

Kegiatan Inti :
- Mengamati dan mendemontrasikan rotasi rotasi, revolusi bulan terhadap matahari dan bersama bumi berevolusi terhadapa matahari.
- Mencatat hasil pengamatan
- Mendiskusikan hasil pengamatan
- Melaporkan hasil diskusi diteruskan pembahasan dan kesimpulan.

Kegiatan akhir :
- Tes produk

V. Alat/dan sumber bahan :
- Globe
- Solar sistem/peraga matahari, bumi dan bulan
- Buku IPA Paket hal …
- Buku IPA Kls VI Erlangga hal ……
- Pengalaman Guru

VI. Penilaian.
Pertemuan I.
Tes Kinerja
Disediakan Globe, demontrasikan terjadinya rotasi bumi, kemudian jawablah pertanyaan dibawah ini !
1. Apakah yang dimaksud dengan rotasi bumi ?
2. Apakah akibat dari rotasi bumi tersebut ?
3. Berapakah periode rotasi bumi ?

Pertemuan II.
Tes tertulis !
Jawablah pertanyaan dibawah ini !
1. Apakah yang dimaksud revolusi bumi ?
2. Apakah yang dimaksud revolusi bulan ?
3. Ada berapa macamkah gerakan bulan itu ?
4. Berapa kala revolusi bumi terhadap matahari ?


Pertemuan III
Tes prouduk
Gambar peredaran bulan, fase-fase bulan terhadap bumi !



Pertemuan IV
Kinerja
Lakukan dengan temanmu gerakan bulan berotasi pada porosnya, berevolusi terhadap bumi dan sekaligus bersama bumi berevolusi terhadap matahari !










Mengetahui
Kepala Sekolah Guru Kelas
……………………….. ………………………….





RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 7

Mata Pelajaran : IPA
Kelas/Semester : VI / II
Pertemuan ke : ………
Alokasi waktu : 6 x 35 menit ( 3 x pertemuan)
Standar Kompetensi : 9. Memahami matahari sbg pusat tata surya & interaksi bumi dalam tata surya.
Kompetensi Dasar : 9.3.Menjelaskan terjadinya gerakan bulan dan gerhana matahari
Indikator : 1. Menjelaskan terjadinya gerhana bulan berdasarkanpercobaan
2. Menjelaskan terjadinya gerhana matahari berdasarkan percobaan
3. Menjelaskan macam-macam gerhana.

I. Tujuan Pembelajaran :
- Siswa dapat menjelaskan terjadinya gerhana bulan melalui percobaan.
- Siswa dapat menjelaskan terjadinya gerhana matahari
- Siswa dapat menjelaskan macam-macam gerhana matahari.

II. Materi Ajar :
- Gerhana bulan dan matahari

III. Metode Pembelajaran :
- Diskusi, Tanya jawab, demontrasi.

IV. Langkag-langkah Pembelajaran :
Pertemuan I.
Kegiatan awal :
- Menyiapkan peraga gerhana ( lampu senter, dua buah bola besar dan kecil ).

Kegiatan Inti
- Mendemontrasikan terjadinya gerhana bulan
- Berdiskusi tentang gerhana bulan
- Melaporkan hasil diskusi diteruskan pembahasan.
- Kesimpulan.

Kegiatan akhir.
- Tes produk

Pertemuan II.
Kegiatan awal :
- Menyiapkan bahan peraga gerhana matahri

Kegiatan inti :
- Mendemontrasikan percobaan terjadinya gerhana matahari.
- Mendiskusikan hasil pengamatan tentang gerhana matahari.
- Laporan hasil diskusi, diteruskan pembahasan.
- Kesimpulan.

Kegiatan akhir :
- Latihan dan tugas rumah.

Pertemuan III
Kegiatan awal :
- Tanya jawab materi yang lalu

Kegiatan inti :
- Mengamati model susunan gernahana matahri dan gerhana bulan
- Mendiskusikan hasil pengamatan tentang gerhana matahari.
- Laporan hasil diskusi, diteruskan pembahasan.
- Kesimpulan.

Kegiatan akhir :
- Tes produk

V. Alat dan sumber belajar :
- Gambar Gerhana
- Peraga gerhana
- Lampu senter, 2 buah bola besar dan kecil.
- IPA Paket Kls VI
- Pengalaman guru.

VI. Penilaian :
Pertemuan I.
Tes Kinerja :
Disediakan : - Lampu senter, 2 buah bola besar dan kecil
- Peraga gerhana


Amatilah dan lakukan percobaab tentang terjadinya gerhana. Kemudian jawablah pertanyaan dibawah ini !
1. Dalam percobaab tersebut lampu senter, bola besar dan kecil berfungsi sebagai apa ?
2. Mengapa gerhana bulan bisa terjadi ?


Pertemuan II.
Tes tertulis :
1. Kapan terjadi gerhana matahari ?
2. Apa yang dimaksud dengan umbra ?
3. Berapa lama terjadinya gerhana matahari total ?
4. Bagaimana kedudukan Matahari, bumi dan bulan saat terjadinya gerhana ?


Pertemuan III
Buatlah model susunan gerhana matahri dan gerhana bulan serta sebutka perbedaannya !









Mengetahui
Kepala Sekolah Guru kelas





…………………….. ……………………….































RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 8

Mata Pelajaran : IPA
Kelas / Semester : VI / II
Pertemuan ke : …….
Alokasi waktu : 8 x 35 menit ( 4 x pertemuan)
Standar Kompetensi : 9. Memahami matahari sebagai pusat tata surya dan interaksi bumi dalam tata surya.
Kompetensi Dasar : 9.4 Menjelaskan perhitungan kalender masehi dan kalender Hijriyah.
Indikator : 1. Menjelaskan perhitungan kalender masehi
2. Menjelaskan perhitungan kalender Hijriyah.

I. Tujuan Pembelajaran :
1. Siswa dapat menjelaskan perhitungan tahun masehi.
2. Siswa dapat menjelaskan perhitungan tahun Hijriyah.
3. Siswa dapat menjelaskan tahun kabisat
4. Siswa dapat menghitung umur bulan dalam tahun masehi.

II. Materi Ajar :
Kalender Matahari dan kalender Hijriyah.

III. Metode Pembelajaran :
Diskusi, tanya jawab, pemberian tugas.

IV. Langkah-langkah Pembelajaran :
Pertemuan I
Kegiatan awal :
- Memperlihatkan kalender yang terpasang di dinding.
- Tanya jawab tentang penanggalan pada kalender tersebut.

Kegiatan inti :
- Mengamati gambar kala revolosi bumi dan bulan terhadap matahari
- Mencatat hasil pengamatan.
- Siswa berdiskusi tentang kala revolosi bumi sebagai hitungan kalender syamsiah
- Melaporkan hasil diskusi, diteruskan pembahasan bersama.
- Kesimpulan.

Kegiatan akhir :
- Latihan mengerjakan soal / evaluasi

Pertemuan II
Kegiatan awal :
- Tanya jawab tentang penanggalan pada kalender komariah

Kegiatan inti :
- Mengamati gambar kala revolosi bulan terhadap bumi
- Mencatat hasil pengamatan.
- Siswa berdiskusi tentang akhibat revolosi bulan terhadap bumi sebagai kalender komariyah
- Melaporkan hasil diskusi, diteruskan pembahasan bersama.
- Kesimpulan.

Kegiatan akhir :
- Latihan mengerjakan soal

Pertemuan III
Kegiatan awal :
- Tanya jawab tentang penanggalan pada kalender syamsiah

Kegiatan inti :
- Mengamati nama-nama bulan kalender syamsiah
- Mencatat nama-nama bulan kalender syamsiah dan masing-masing umur harinya
- Siswa berdiskusi tentang nama-nama bulan kalender syamsiah dan masing-masing umur harinya
- Melaporkan hasil diskusi, diteruskan pembahasan bersama.
- Kesimpulan.

Kegiatan akhir :
- Latihan mengerjakan soal




Pertemuan IV
Kegiatan awal :
- Tanya jawab tentang penanggalan pada kalender komariyah

Kegiatan inti :
- Mengamati nama-nama bulan kalender komariyah
- Mencatat nama-nama bulan kalender komariyah dan masing-masing umur harinya
- Siswa berdiskusi tentang nama-nama bulan kalender komariyah dan masing-masing umur harinya
- Melaporkan hasil diskusi, diteruskan pembahasan bersama.
- Kesimpulan.

Kegiatan akhir :
- Latihan mengerjakan soal

V. Alat dan Sumber Bahan :
- Gambar revolosi bumi dan bulan terhadap matahari.
- Kalender
- IPA Paket kelas VI hal. ..
- Sains kelas VI, Regina hal ; 119
- Pengalaman guru.

VI. Penilaian :
Pertemuan I
Tes tertulis :
Jawablah pertanyaan –pertanyaan dibawah ini !
1 Dihitung berdasarkan peredaran apakah tahun masehi ?
2 Berapa harikah tepatnya revolosi bumi terhadap matahari ?
3. Apa yang dimaksud dengan tahun kabisat ?
4. Berapa harikah lamanya tahun qomariyah dalam satu tahun ?
5. Dihitung berdasar peredaran apakah tahun Qomariyah itu ?
6. Berapa umur bulan Pebruari dalam tahun kabisat ?
7. Berapa hari selisih antara tahun masehi dan tahun Hijriyah ?
8. Apa nama lain tahun masehi ?
9. Apa pula nama lain tahun Hijriyah ?
10. Sejak kapan dimulainya perhitungan tahun Masehi dan tahun Hijriyah ?

Pertemuan II
Tes tulis
Berapa harikah 1 tahun dalam kalender komariyah ?

Pertemuan III
Tes tulis
Berapa harikah 1 tahun penanggalan syamsiah ?

Pertemuan IV
Tes tulis
Berapa harika perbedaan 1 tahun komariyah dan 1 tahun masahi !









Mengetahui :
Kepala Sekolah Guru Kelas



………………….. …………………………...